Gelombang aksi gerakan mahasiswa di berbagai wilayah tanah air dalam menolak kenaikan BBM perlu terus didukung oleh seluruh rakyat Indonesia dan jangan dibiarkan gerakan tersebut melemah.

Gerakan mahasiswa ini adalah pelita bagi arah perubahan ke depan. Situasi saat ini kenyataannya juga tidak baik-baik saja, sebagaimana diungkap Menkopolhukam Mahfud MD baru-baru ini.

Bahkan, gerakan mahasiswa yang massif, meluas, sekaligus radikal telah dianggap membahayakan situasi nasional, yang seharusnya justru tidak perlu dicap berbahaya.

Baca juga: Syahganda Nainggolan: Di Pilpres 2024 oligarki harus mawas diri

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Kajian Publik Sabang Merauke Circle (SMC) yang juga tokoh gerakan mahasiswa ITB era 80an, Dr Syahganda Nainggolan, dalam pertemuan tokoh-tokoh nasional yang diselenggarakan 'Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia (PMKI)', di Jakarta, Rabu, 21/09/2022 siang.

"Kita melihat gerakan mahasiswa bersama kelompok buruh, elemen rakyat, serta umat Islam sudah semakin berkembang membesar, kritis, memuncak, serta terus disuarakan dengan cara-cara menuju perubahan bagi Indonesia ke depan," ujar Syahganda, meyakinkan.

Dalam pertemuan ini antara lain dihadiri sejumlah tokoh nasional yaitu Said Didu, Habil Marati, Ahmad Yani, Edy Mulyadi, Rocky Gerung, Lieus Sungkarisma, pegiat media Teguh Santosa, dan anggota DPD RI Tamsil Linrung.

Baca juga: Kongres 2 umat Islam Sumut, Dr H Syahganda Nainggolan: Islam segera bangkit lawan Islamophobia

Selanjutnya, Syahganda meminta Jokowi merespon tuntutan mahasiswa tersebut, terutama dengan menganulir kenaikan harga BBM.

"Saat ini energi rakyat untuk berbenah paska pandemi Covid-19, lumpuh akibat kenaikan BBM. Kenaikan BBM di atas 30% saat ini, betul-betul membebani masyarakat bawah," tambah Syahganda.

Sementara untuk keperluan pembangunan, Syahganda meminta elit nasional di antaranya kaum oligarki pencari keuntungan, elit politik, pimpinan BUMN dan birokrasi, pimpinan bank nasional dan Bank Sentral harus dibebani pajak lebih besar, setidaknya dua kali lipat dari yang ada saat ini.

Pewarta: Rilis

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022