Sukabumi (Antara Megapolitan) - Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz mengatakan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan dalam pengembangan dan pengamanan serta penggerak perekonomian negara.

"Kontribusi UMKM sudah terbukti selama ini, seperti dalam masa-masa krisis perekonomian yang para pelaku usahanya tetap bertahan bahkan sangat sedikit yang gulung tikar," katanya di Sukabumi, Sabtu.

Menurutnya, selain sebagai pengaman perekonomian bangsa, melalui UMKM ini bisa menambah lapang pekerjaan baru dan para pelakunya bisa lebih mandiri dan sudah jelas membantu pemerintah dalam mengentaskan angka kemisikinan dan pengangguran.

Bahkan katanya, Pemkot Sukabumi saat ini mempunyai progam mencetak wirausahawan baru.

Namun, UMKM pada umumnya masih menghadapi beberapa kendala, diantaranya keterbatasan terhadap akses pengadaan sarana produksi, kurang paham terhadap pendekatan manajerial, kurang mampu mengakses informasi terbaru.

Belum optimalnya memanfaatkan jaringan dan kerja sama, belum memenuhinya standar produk, masih terbatasnya pengetahuan terhadap produksi dan teknoogi, serta kurang mampu mengembangkan akses pasar.

"Dengan diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada 2016 ini merupakan salah satu peluang sekaligus tantangan bagi para pelaku KUMKM dan Ekonomi Indonesia," katanya.

Sebab lanjut dia dengan diberlakukannya akan mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi dan tenaga kerja terdidik, serta tidak ada lagi batas area perdagangan diantara negara anggota ASEAN.

Muraz mengatakan pada era MEA ini akan terjadi integrasi, berupa "Free Trade Area" atau area perdagangan bebas, serta penghapusan tarif perdagangan antar negara anggota ASEAN termasuk pasar tenaga kerja dan pasar modal bebas, yang akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Untuk itu, peran para pelaku UMKM di Kota Sukabumi sangat penting, seperti harus bisa meningkatkan daya saing produk, mulai dari kualitas dan kuantitas produknya masing-masing.

Kota Sukabumi saat ini sudah mempunyai banyak produk UMKM yang mempunyai kualitas tinggi dan terkenal baik di dalam maupun luar negeri seperti mochi, bolu dan batik khas daerah ini.

"Adapun berbagai langkah antisipasi yang telah disusun oleh pemerintah khususnya untuk membantu pelaku KUMKM dalam era pasar bebas ASEAN ini diantaranya peningkatan pengetahuan dan wawasan, efisiensi produksi dan penerapan manajemen profesional, daya serap pasar produk KUMKM lokal, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif," katanya.

Pewarta: Aditya A Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2016