Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membangun hidran di kawasan permukiman untuk memudahkan sekaligus mempercepat proses pemadaman api ketika petugas kesulitan mendapatkan sumber air saat bertugas.

"Itu rencana kita, jadi nanti hidran akan dibangun di titik-titik permukiman yang jauh dari sumber air," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Hasan Basri di Cikarang, Kamis.

Dia mengatakan, rencana pembangunan hidran ini berdasarkan hasil kajian serta pengalaman personel pemadam kebakaran saat menangani peristiwa kebakaran di kawasan permukiman terutama padat penduduk.

"Sejumlah kendala yang dihadapi personel ketika bertugas, terkadang lalu lintas macet atau padat dan ketika personel membutuhkan air untuk pemadaman tapi sumber air jauh," katanya.

Baca juga: Di Bekasi terjadi 67 kebakaran pada Januari hingga Juni 2022
Baca juga: Ada 146 kejadian kebakaran di Bekasi sepanjang 2021

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi sebagai upaya realisasi pembangunan titik sambungan persediaan air bawah tanah tersebut.

"Kami sudah ke PDAM Tirta Bhagasasi, mereka juga merespon baik, tinggal kajian teknis sekaligus menentukan titik-titik hidran dimana saja," katanya.

Hasan mengaku pembangunan hidran di kawasan permukiman padat penduduk ini bertujuan untuk meminimalisir kerusakan parah akibat insiden kebakaran di wilayah tersebut.

Pihaknya mencatat sejak Januari-Juni 2022 telah terjadi 67 peristiwa kebakaran di daerah itu. 17 kasus di antaranya terjadi di lingkungan rumah tinggal dan sisanya ruko, gudang, rumah sakit, klinik, pabrik, sekolah, pusat perbelanjaan, gardu listrik, pabrik, dan alang-alang.

"Ya memang permukiman padat penduduk paling banyak terjadi kebakaran selama enam bulan ini, paling banyak di Tambun Utara ada lima kejadian," kata dia.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Riza Harahap


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022