Manajemen PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Transportasi Jakarta pada Selasa menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait Studi Pengembangan Kerja Sama Layanan Transportasi Terintegrasi bagi Pengguna MRT Jakarta dan TransJakarta.

Penandatanganan ini dihadiri oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi, Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta Prasetia Budi dan Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transportasi Jakarta Achmad Izzul Waro.

Baca juga: Operasional kendaraan umum di Jakarta dibatasi hingga pukul 20.00 WIB mulai Jumat

Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk menjajaki studi pengembangan layanan transportasi terintegrasi dalam skema Jaklingko antara MRT Jakarta dan TransJakarta. "Ke depannya, kedua moda transportasi ini akan mengoptimalkan aplikasi ponsel dalam melayani masyarakat,” kata Muhammad Effendi.

Pokok bahasan dalam nota kesepahaman ini mengenai studi skema untuk kerja sama konektivitas "first mile-last mile" termasuk membangun tempat "drop off" dan "pick up" untuk pelanggan MRT Jakarta dalam menggunakan layanan TransJakarta.

Baca juga: China memiliki MRT tercepat berkecepatan 160 kilometer per jam

Totem yang disiapkan untuk integrasi MRT Jakarta dan TransJakarta terdapat di dua stasiun, yaitu Stasiun Fatmawati dan Stasiun Cipete dengan detail sebagai berikut:

1. Totem Fatmawati dengan rute:
- 6R : Ragunan-Stasiun Fatmawati
- 6H : Lebak Bulus-Senen
- 7A : Lebak Bulus-Kampung Rambutan
- D21: Univ. Indonesia-Lebak Bulus
- S12: Royal Trans Bintaro-Stasiun Fatmawati
- S31: Royal Trans BSD-Stasiun Fatmawati

2. Totem Cipete Raya dengan Rute:
- 1E : Blok M-Pondok Labu
 
TransJakarta dan MRT Jakarta menandatangani nota kesepahaman pengembangan layanan terintegrasi. (HO- TransJakarta)
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo menyambut baik kerjasama dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor transportasi ini, khususnya peningkatan kapabilitas dari sisi platform digital.

TransJakarta telah menerapkan platform digital TIJE yang memberikan layanan pembelian tiket digital, lacak bus secara "real time", lacak rute, dan juga Wi-fi berkecepatan tinggi, tanpa bayar dan tanpa batas kuota di semua halte TransJakarta.

Baca juga: MRT bersiap hadapi kondisi tidak terduga

TransJakarta terus berupaya dan konsisten dalam menciptakan layanan transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan menuju "Intelegent Transport Company".

"Tidak hanya secara fisik tapi juga sistem digital pembayaran dan konektivitas ke pihak yang bekerjasama dengan TransJakarta melalui penggunaan teknologi seperti API Management," ujar Sardjono.

Pewarta: Yogi Rachman

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021