Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Jabar, menyampaikan keberadaan embung atau cekungan penampungan air belum bisa mengatasi kekeringan yang melanda areal persawahan pada musim kemarau.

"Pembangunan embung selama ini kurang efektif untuk mengatasi kekeringan areal sawah saat musim kemarau," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian setempat Edi Suryana, kepada Antara, di Karawang, Rabu.

Embung itu sendiri merupakan cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan.

Baca juga: Musim kemarau, sekitar 1.000 hektare sawah di Karawang terancam kekeringan

Embung ini sebenarnya bermanfaat untuk menampung air hujan di musim hujan, kemudian digunakan petani untuk mengairi areal persawahan saat musim kemarau.

Selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Karawang gencar membangun embung di wilayah Karawang selatan. Lokasi itu dipilih karena areal sawah di daerah tersebut berkatagori sawah tadah hujan atau sawah yang airnya mengandalkan air hujan.

Tapi diakui kalau keberadaan embung-embung yang telah dibangun itu kurang efektif. Luas embung yang dibangun di wilayah Karawang selatan hanya sekitar 20x25 meter dengan kapasitas menampung air 400-500 kubik.

Baca juga: Petani Karawang diimbau efisien gunakan air saat kemarau

Embung-embung itu tak mampu menampung air. Justru saat musim kemarau, embung itu juga mengering.

Atas hal tersebut, ke depan akan dibangun embung berukuran besar di wilayah Karawang utara untuk mengatasi kekeringan sawah saat musim kemarau.

"Kita sudah mengajukan pembangunan embung di wilayah utara yang ukurannya besar, dengan luas sekitar 1-3 hektare per embung nya. Tujuannya untuk menampung air hujan. Sehingga bisa dimanfaatkan airnya saat musim kemarau untuk mengairi sawah," kata Edi.

Baca juga: Antisipasi Krisis Pangan, Petani Katingan Kuala Percepat Tanam

Catatan Dinas Pertanian Karawang, sekitar 1.000 hektare areal persawahan di daerah tersebut terancam kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Areal sawah yang terancam atau berpotensi kekeringan pada musim kemarau tersebar di delapan kecamatan. Di antaranya Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru, Pakisjaya, Batujaya, Cibuaya, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, dan Kecamatan Banyusari. 

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020