Bogor (Antaranews Bogor) - Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, Jawa Barat, telah menyiapkan 813 kendaraan angkutan mudik lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah/2014 yang akan melayani semua rute perjalanan baik Pulau Jawa maupun Sumatera.

"Untuk kesiapan armada, jumlah kendaraan umum atau bus reguler yang siap operasi sebanyak 813 kendaraan," ujar Kepala DLLAJ Kota Bogor, Suharto dalam rapat koordinasi persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2014 di Mapolres Bogor Kota, Selasa.

Suharto merincinkan 813 kendaraan untuk armada mudik lebaran tersebut terdiri dari bus AKAP dan AKDP yang diberangkatkan di Terminal Baranangsiang.

Untuk bus antarkota antarprovinsi (AKAP) ukuran besar dengan jumlah tempat duduk 52 kursi tersedia 241 kendaraan atau mampu menampung 12.532 penumpang.

Sedangkan bus AKAP ukuran sedang atau 24 tempat duduk tersedia 146 unit kendaraan dengan total penumpang terangkut sebanyak 3.504 orang.

Sementara itu, untuk bus antarkota dalam provinsi (AKDP) tersedia bus besar (52 kursi) sebanyak 110 kendaraan dengan jumlah penumpang terangkut sebanyak 5.720 orang.

Bus AKDP sedang sebanyak 152 unit kendaraan dengan total penumpang terangkut 3.648 orang, dan bus sedang atau kursi 12 orang sebanyak 145 kendaraan dengan total penumpang terangkut 1.740 orang.

Selain pemberangkatan di Terminal Baranangsiang, lanjut Suharto, ada juga pemberangkatan dari pool atau agen khusus bus AKAP yakni bus ukuran besar sebanyak 82 kendaraan atau mampu menampung 4.264 penumpang.

"Jadi ketersediaan armada mudik lebaran sebanyak 813 itu mampu menampung sekitar 25.409 penumpang. Sehingga cukup memenuhi untuk melayani perkiraan permintaan jumlah penumpang selama 16 hari penyelenggaraan angkutan lebaran 2014," ujar Suharto.

Karena, lanjut Suharto, rata-rata per hari jumlah penumpang angkutan umum di Terminal Baranangsiang sebanyak 1.023 orang sehingga perkiraan jumlah penumpang mudik lebaran sebanyak 163.693 orang dapat terlayani.

Suharto menambahkan aktivitas mudik lebaran baru akan terjadi lonjakannya pada H-3 lebaran dan H+4 setelah lebaran sebagai arus balik.

"Selain menyiapkan armada angkutan lebaran, kami juga melakukan pengawasan dengan melakukan uji kelaikkan kendaran angkutan lebaran pada H-4 jelang lebaran," ujar Suharto.


Pewarta: Laily Rahmawati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026