Jakarta (ANTARA) - Pergerakan seratusan juta orang di seluruh wilayah Indonesia menjadikan angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai ujian besar. Ujian itu dilalui dengan lebih tertata, lancar, dan terkendali di tahun ini.

Kementerian Perhubungan menyatakan potensi pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun ini mencapai 143,92 juta orang berdasarkan survei yang melibatkan berbagai lembaga untuk memetakan pola perjalanan nasional.

Survei tersebut dilakukan bersama Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung, Bandan Pusat Statistik, dan Kementerian Komunikasi dan Digital dengan melibatkan 55.000 responden dari berbagai wilayah di Indonesia.

Melalui survei itu, pemerintah memperoleh gambaran komprehensif terkait mobilitas masyarakat, yang menjadi dasar penyusunan strategi pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran.

Namun realisasi di lapangan menunjukkan angka lebih tinggi dengan total pergerakan mencapai 147,55 juta orang. Ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta efektivitas kebijakan dalam mengantisipasi lonjakan perjalanan nasional.

Mudik bukan sekadar perjalanan, melainkan pulang untuk bersua orang terkasih pada Idul Fitri. Momen tersebut selalu dijaga pemerintah agar berlangsung aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman hingga arus balik kembali ke tanah rantau.

 

Strategi mengatur

Pemerintah menata gelombang angkutan Lebaran 1447 Hijriah melalui serangkaian kebijakan terpadu agar mobilitas besar masyarakat tetap bergerak dalam koridor yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

Kesiapan itu diwujudkan melalui langkah Kementerian Perhubungan yang menyiapkan infrastruktur dan layanan transportasi nasional untuk menghadapi angkutan Lebaran 2026. Semua itu dilakukan untuk menjamin kelancaran, keselamatan, serta kenyamanan perjalanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, berbagai aspek telah dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari sarana hingga prasarana transportasi darat, laut, udara, dan penyeberangan, sebagai fondasi utama kelancaran pergerakan.

Upaya tersebut diperkuat dengan pemeriksaan kelaikan setiap moda transportasi, serta pemberian stimulus ekonomi berupa diskon tiket pesawat sebesar 17–18 persen untuk periode 14–29 Maret 2026. Kebijakan ini menyasar 3,3 juta penumpang kelas ekonomi pada penerbangan domestik.

Insentif serupa juga diterapkan pada moda lain, seperti diskon tiket kapal PT Pelni (Persero) sebesar 30 persen untuk keberangkatan 11 Maret–5 April  dengan target 445.000 penumpang, serta diskon tiket kereta api sebesar 30 persen bagi 1,2 juta penumpang pada periode 14–29 Maret.

Di sektor penyeberangan, pemerintah memberikan dukungan kepada PT ASDP Indonesia Ferry berupa diskon tarif jasa pelabuhan hingga 100 persen selama 12–31 Maret, yang ditujukan untuk melayani 945.000 kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Tak berhenti pada insentif tarif, pemerintah bersama BUMN juga menghadirkan program mudik gratis lintas moda. Langkah ini menjadi strategi penting untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, sekaligus menekan angka kecelakaan selama periode Lebaran.

Kebijakan pengaturan mobilitas juga diperkuat melalui penerapan work from anywhere (WFA) yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026. Skema ini dibagi dalam dua fase, yakni 16–17 Maret  dan 25–27 Maret, guna mendistribusikan pergerakan masyarakat secara lebih merata.

Selain itu, rekayasa lalu lintas diterapkan secara adaptif melalui kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia, terutama di ruas tol, disertai penambahan armada penyeberangan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Pengendalian arus juga dilakukan melalui pembatasan operasional angkutan barang pada 13–29 Maret, baik di jalan tol maupun arteri, demi menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik.

Pembatasan ini berlaku bagi kendaraan bersumbu tiga atau lebih, termasuk truk dengan kereta tempelan dan gandengan, serta angkutan hasil tambang, galian, dan bahan bangunan.

Meski demikian, sejumlah kendaraan tetap dikecualikan, seperti pengangkut BBM/BBG, hewan ternak, pupuk, dan bantuan bencana, guna memastikan distribusi logistik vital tetap berjalan.

Seluruh kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai payung hukum pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran 2026.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan dilakukan secara digital melalui pemantauan simpul transportasi, surveillance pergerakan, live streaming drone, hingga sistem pengaduan masyarakat secara real time.

Pemantauan juga terintegrasi dengan data cuaca dan peringatan dini dari BMKG, serta dukungan 7.159 CCTV yang tersebar dan terhubung dengan pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta.

Untuk mengurai kepadatan menuju pelabuhan, pemerintah menyiapkan buffer zone berlapis di kawasan pelabuhan penyeberangan seperti di kawasan Merak, Indah Kiat, hingga Ciwandan sebagai kantong parkir sementara.

Sesuai perencanaan

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan pada 13 hingga 29 Maret, pelaksanaan angkutan Lebaran berjalan dengan baik sesuai kebijakan serta rencana operasi yang telah disusun sebelumnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyatakan selama masa Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026, terdapat 1.560 titik pantauan data yang tersebar pada simpul dan jaringan seluruh moda transportasi.

Rincian titik pantauan meliputi 115 terminal tipe A, 62 terminal tipe B, 248 pelabuhan penyeberangan, 264 pelabuhan laut, 257 bandar udara, serta 472 stasiun kereta api.

Selain itu, pengawasan juga mencakup 43 gerbang tol dan 44 ruas jalan arteri, yang menjadi jalur utama pergerakan kendaraan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Pemantauan turut diperkuat melalui 7.159 titik CCTV dan 80 titik pengawasan drone, meskipun masih terdapat sejumlah catatan evaluasi yang akan menjadi perbaikan untuk penyelenggaraan berikutnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan realisasi pergerakan mencapai 147,55 juta orang selama periode angkutan Lebaran 13-29 Maret melibatkan berbagai moda transportasi dari darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.

Angka tersebut melampaui hasil survei awal sebesar 143,92 juta orang, atau meningkat sekitar 2,53 persen, mencerminkan mobilitas masyarakat yang tetap tinggi sepanjang momentum mudik dan arus balik.

Meski demikian, jumlah itu tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 154,6 juta orang, menunjukkan adanya dinamika baru dalam pola perjalanan masyarakat.

Keberhasilan mengawal angkutan Lebaran lahir dari kerja sama erat seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, hingga operator transportasi yang terlibat langsung di lapangan.

"Kolaborasi menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, lancar, dan selamat," ucap Menhub di sela-sela menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026.

Kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas juga menjadi faktor penentu, menciptakan arus perjalanan yang lebih tertib dan terkendali sepanjang periode mudik hingga arus balik berlangsung.

Peran media juga dinilai turut memberikan kontribusi penting dalam menyebarkan informasi perjalanan kepada masyarakat, membantu perencanaan yang lebih baik serta mengurangi potensi kepadatan di berbagai titik.

Di balik kelancaran tersebut, terdapat dedikasi para petugas yang tetap bekerja selama Lebaran, menjaga layanan transportasi tetap berjalan optimal demi memastikan masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman.

Meski begitu, Kementerian Perhubungan menyatakan dari sisi keselamatan, data Kepolisian Negara Republik Indonesia menunjukkan jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas masih terjadi. Hanya saja terjadi penurunan.

Selama masa angkutan Lebaran 2026 kecelakaan lalu lintas sebanyak 3.517 kejadian mengalami penurunan sebesar 6,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan total 3.754 kejadian.

Fatalitas kecelakaan pun turun sebesar 31,19 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sebanyak 300 jiwa, dibanding tahun sebelumnya sejumlah 436 jiwa.

Kualitas pelayanan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan, menjadikan transportasi tidak hanya memindahkan orang dan barang, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, serta kepastian.

Segala kekurangan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan layanan transportasi yang lebih optimal ke depan.

 

Harapan Presiden

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan angkutan Lebaran tahun ini berjalan lancar dan memenuhi harapan Presiden Prabowo Subianto setelah dilakukan pemantauan langsung di berbagai titik strategis.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan perjalanan mudik hingga arus balik berlangsung lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar selama periode Lebaran.

Perbaikan tersebut mencerminkan penguatan sistem transportasi yang terus dilakukan, didukung koordinasi lintas sektor yang semakin solid antara pemerintah pusat, daerah, serta operator layanan transportasi nasional.

Sempat terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah titik, namun kondisi tersebut dapat segera diurai melalui penanganan cepat petugas lapangan sehingga tidak berkembang menjadi kemacetan berkepanjangan.

Baginya, respons sigap dari Kementerian Perhubungan dan Kepolisian Republik Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas arus lalu lintas selama masa angkutan Lebaran berlangsung di berbagai wilayah.

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai angkutan Lebaran tahun ini secara umum berlangsung lebih lancar dibanding sebelumnya, didukung infrastruktur jalan tol yang semakin luas sehingga mobilitas pemudik lebih cepat, aman, dan terkendali..

Kelancaran perjalanan juga ditopang peningkatan kualitas layanan transportasi publik, khususnya kereta api yang kini semakin tepat waktu, nyaman, serta mampu menjadi pilihan utama masyarakat.

Moda transportasi laut turut menunjukkan kinerja positif melalui program mudik gratis yang membantu masyarakat, sekaligus mendorong pemerataan arus penumpang dan mengurangi kepadatan di jalur darat.

Sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan berbagai program mudik gratis menjadi nilai tambah, memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi yang lebih terjangkau dan aman.

Meski demikian, Djoko yang juga akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang menekankan, perhatian terhadap pemudik sepeda motor tetap diperlukan, dengan dorongan pengalihan ke moda bus dan kereta api demi meningkatkan keselamatan serta mengurangi risiko perjalanan jarak jauh yang menggunakan roda dua tersebut.

Termasuk perlunya pendataan jumlah pemudik sepeda motor secara nasional agar kebijakan transportasi lebih terukur, tepat sasaran, dan berorientasi pada keselamatan.

Selain itu, integrasi antarmoda perlu terus diperkuat, misalnya pemudik kapal laut yang tiba di pelabuhan dapat langsung terhubung dengan layanan bus menuju tujuan akhir secara mudah.

Penegakan hukum yang konsisten, penertiban travel ilegal, serta penetapan target keselamatan tahunan menjadi langkah positif untuk melengkapi kelancaran, mewujudkan angkutan Lebaran yang semakin aman dan berkelanjutan.

Sinergi lintas sektor merupakan kunci utama menghadirkan kelancaran dan keselamatan, mengiringi langkah masyarakat sepanjang perjalanan dalam momentum Lebaran.

 



Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026