Bogor (Antaranews Bogor) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, melalui jajaran musyawarah pimpinan daerah (Muspida) mulai melakukan persiapan pengamanan Pemilihan Presiden 2014 dengan menggelar rapat koordinasi terpadu, di Mako Polres Kota, Kapten Muslihat, Senin.

Rapat dihadiri setiap unsur Muspida, dipimpin langsung Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama, didampingi Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat, Ketua KPU Undang Suriatna, dan Panwaslu, Ruddy Ruchyadi.

Dalam rapat tersebut disampaikan tahapan-tahapan pelaksanaan Pemilihan Presiden oleh Ketua KPU dimulai dari awal pencalonan, penetapan, kampanye, pemungutan suara, perhitungan hingga penetapan dan pelantikan.

"Tahapan pemilihan presiden telah dimulai sejak awal Mei, mulai dari pencalonan, pendaftaran calon, hingga penetapan pasangan calon yang akan dilakukan awal Juni nanti," ujar Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suriatna.

Undang mengatakan pada pelaksanaan pemilihan presiden nanti, jumlah tempat pemungutan suara berkurang jumlahnya dibanding Pemilihan legislatif sebelumnya.

"Ada pengurangan 332 TPS pada pemilihan presiden dari 2.014 TPS pada Pileg 9 April lalu. Totalnya jadi 1.723 TPS pada Piplres mendatang," ujar Undang.

Menurut Undang berkurangnya jumlah TPS karena dalam aturan PKPU, kapasitas jumlah pemilih untuk satu TPS pada Pilpres sebanyak 800 sedangkan Pileg sebanyak 500 orang.

Demikian pula dengan jumlah pemilih, berdasarkan daftar pemilih sementara, jumlah warga Kota Bogor yang akan memilih sebanyak 680.205 orang. Namun, lanjut Undang, angka tersebut baik jumlah TPS dan pemilih akan bertambah seiring verifikasi yang masih dilakukan oleh KPU.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Bahtiar Ujang Purnama menyampaikan, rapat koordinasi terpadu dalam rangka persiapan Piplres 2014 sangat diperlukan untuk menyamakan presepsi setiap pihak terkait agar terciptanya Pemilu yang kondusif, aman dan tertib.

"Sejauh ini pelaksanaan pesta demokrasi di Kota Bogor berjalan aman, lancar dan tertib. Kita harus pertahankan itu, agar Pilres kali ini juga berjalan kondusif," ujar Kapolres.

Kapolres juga menegaskan, agar setiap pihak untuk menjalankan kegiatan pesta demokrasi sesuai aturan yang berlaku.

Ia juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi, pencegahan dimulai dari sekarang. Agar tidak terlambat dalam bertindak bila terjadi insiden yang mengganggu ketertiban saat Pemilu.

"Kami tidak akan segan-segan menindak pelanggaran yang dilakukan sesuai hukum yang berlaku," ujar Kapolres.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menambahkan, pihaknya optimis pelaksanaan Pemilihan Presiden akan berjalan kondusif.

"Ini dilihat dari jumlah TPS yang ada berkurang dari Pileg sebelumnya, ini akan menjadi kemudahan dalam melakukan pengamanan karena lebih fokus," ujar Ade.

Ade mengatakan, agar kondusif dapat terwujud diperlukan sikronisasi dan koordinasi antara semua pihak terkait agar pengawasan lebih intensif.

"Terlebih Pemilihan Presiden ini berlangsung berbarengan dengan bulan suci Ramadhan, kita harus benar-benar maksimalkan koordinasi agar pengawasan intensif," ujarnya.

Rapat koordinasi terpadu KPU Kota Bogor bersama unsur pelaksana dan unsur pengamanan dalam rangka PAM Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 dihadiri sejumlah Kapolsek di Kota Bogor, anggota partai politik peserta pemilu, kejaksaan, dinas terkait dan unsur lainnya.

Selain memaparkan tahapan pelaksanaan Pilres juga disampaikan skema pengamanan oleh Polisi dan juga diskusi terkait situasi di lapangan saat ini dan prediksin akan datang.



Pewarta: Laily Rahmawati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026