Kabupaten Bekasi, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melanjutkan kegiatan normalisasi sepanjang Saluran Sekunder (SS) Kalen Kendal dari titik Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang, sebagai upaya memenuhi kebutuhan air irigasi lahan pertanian.
"Normalisasi SS Kalen Kendal penting karena saluran ini menjadi salah satu sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah utara Kabupaten Bekasi," kata Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Jabar, Selasa.
Dia menjelaskan kegiatan normalisasi SS Kalen Kendal saat ini telah menjangkau aliran air sepanjang 3,5 kilometer dan akan dilanjutkan hingga ujung saluran dengan panjang total mencapai 7,5 kilometer.
Pemerintah daerah menindaklanjuti kegiatan yang merupakan aspirasi para petani tersebut dengan berkoordinasi bersama sejumlah pihak terkait di antaranya Perum Jasa Tirta (PJT), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Pertanian serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK).
Baca juga: Kabupaten Bekasi normalisasi SS Balong Tua kembalikan fungsi irigasi
"Kalau masyarakat datang dan menyampaikan ada masalah, kita akan datang dan melihat langsung. Kalau ada yang bermasalah, akan kita datangi sekaligus memberikan solusi," ujarnya.
Menurut dia, persoalan saluran irigasi menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya keberlangsungan aktivitas produksi sektor pertanian secara berkelanjutan.
Pihaknya segera menindaklanjuti aspirasi petani dengan menggelar rapat koordinasi untuk membahas kebutuhan operasional alat, termasuk ketersediaan bahan bakar bagi operator alat berat yang digunakan dalam proses lanjutan normalisasi.
"Insya Allah besok kita adakan rapat terkait operatornya dengan sejumlah pihak terkait agar normalisasi lanjutan ini bisa segera dilaksanakan," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Bekasi percepat normalisasi saluran irigasi cegah kekeringan sawah
Pemkab Bekasi berkomitmen untuk merealisasikan percepatan normalisasi pada saluran tersebut.
Kondisi saluran selebar sekitar tiga meter sangat memungkinkan pengerjaan secara swadaya oleh daerah apabila dukungan segenap perangkat daerah berjalan optimal.
"Insya Allah, Bina Marga siap. Dinas Pertanian juga siap. Kita koordinasikan bersama agar ini bisa segera diselesaikan, mudah-mudahan kita garap swadaya biar cepat tuntas, mohon dukungan juga dari seluruh masyarakat, akan kita tuntaskan hingga ujung saluran," katanya.
Melalui kegiatan normalisasi saluran air secara masif di wilayahnya, Asep berharap kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat tercukupi sehingga para petani tetap bisa produksi di tengah kondisi ancaman kekeringan guna meningkatkan taraf kesejahteraan mereka sekaligus memenuhi target produksi pertanian daerah.
"Jadi, minimal tahun ini bisa mencapai target produksi hasil pertanian melalui panen sedikitnya 500.000 ton gabah kering," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.