"Dari hasil pantauan kami langsung ke seluruh TPS di Kota Sukabumi ternyata partisipasi warga tinggi, bahkan sejak pagi TPS sudah dipenuhi oleh ratusan warga yang ingin menggunakan hak pilihnya," kata Ketua Divisi Sosialisasi KPU Kota Sukabumi, Harlan Awaludin Kahar kepada Antara, Rabu.
Menurut Harlan, pihaknya juga optimistis target angka partisipasi masyarakat pada pileg 2014 sebesar 82 persen terpenuhi bahkan bisa saja melebihi, namun pihaknya juga masih menunggu laporan dari setiap petugas pemungutan suara yang masih bertugas melakukan perhitungan suara di TPS nya masing-masing.
Selain itu, pihaknya juga yakin masyarakat di Kota Sukabumi sudah paham akan pentingnya memberikan suaranya di TPS untuk menentukan siapa pilihannya sesuai dengan hati nuraninya masing-masing, karena satu suara akan menentukan nasib bangsa khususnya Kota Sukabumi untuk membawa ke arah yang lebih baik.
Namun, tidak menutup kemungkinan masih ada yang golput pada pileg ini, karena beberapa hal seperti sedang berada dii luar kota, bingung memilih pilihannya, faktor usia dan lain-lain, tapi secara umum warga Kota Sukabumi ingin memberikan suaranya ini terlihat menumpuknya warga di TPS.
Bahkan, partisipasi masyarakat juga tidak hanya pada saat pemungutan suara saja, tapi saat perhitungan suara banyak warga yang sengaja menyaksikan rekapitulasi suara yang masuk tersebut sampai tuntas, karena mereka ingin melihat pilihannya bisa menjadi wakilnya di legislatif nanti.
"Kami berharap selesai perhitungan dan rekapitulasi suara angka partisipasi masyarakat benar-benar tinggi atau minimalnya mencapai target yakni 82 persen," tambahnya.
Di sisi lain, sampai saat ini pihaknya masih memantau jalannya perhitungan suara untuk mengantisipasi adanya tindak kecurangan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Selain itu, para saksi yang ditugaskan oleh parpol maupun caleg agar teliti dalam mencatat hasil perhitungan suara nanti.
Pewarta: Aditya A RohmanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.