"Di PPP sendiri sindir-menyindir itu tidak boleh, apalagi menjelekan atau menekan seseorang itu tidak boleh. Itu hukumnya haram bagi kami,"Depok, (Antaranews Bogor) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam melakukan kampanye pemilu selalu mengedepankan sopan santun sebagai pendidikan politik bagi masyarakat.
"Di PPP sendiri sindir-menyindir itu tidak boleh, apalagi menjelekan atau menekan seseorang itu tidak boleh. Itu hukumnya haram bagi kami," kata Wakil Sekjen PPP Sigit Hariyanto dalam kampanyenya di Depok, Selasa.
Ia mengatakan bahwa pada prinsipnya bagi PPP dalam kondisi politik yang makin memanas, bahkan situasi ekonomi pun sedang panas, pihaknya harus dapat menjaganya agar situasi tetap kondusif.
Jika ada partai saling menjelekan, Sigit Hariyanto memaklumi karena itu hak mereka, cuma dari PPP sudah ditetapkan oleh ketum, sekjen, tidak boleh menyindir dan menjelekan partai lain.
Sementara itu, mengenai capres yang akan diusung oleh partai berlambang Kakbah ini Sigit mengatakan bahwa pihaknya akan menetapkan yang mengacu pada rapimnas nanti setelah pemilu anggota legislatif, 9 April 2014.
"Itu merupakan kesepakatan kami bersama beberapa elite dari PPP dan seluruh DPW dan DPC seluruh Indonesia, dan tidak akan keluar dari garis-garis yang sudah ditetapkan pada saat mukernas beberapa waktu lalu," katanya.
Menurut dia, saat ini pihaknya sudah melakukan silaturahmi politik dengan beberapa parpol karena silaturahmi merupakan kewajiban.
Jadi, lanjut dia, dengan siapa saja PPP bisa bersilaturahmi, baik itu silaturahmi politik maupun silaturahmi pertemanan.
"Siapa pun capres/cawapres PPP akan ditentukan setelah pemilu anggota legislatif," katanya.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.