Bekasi (Antara) - Kepolisian Sektor Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, tengah mendalami kasus pencurian rumah seorang pegawai negeri sipil dengan modus berpura-pura menjadi tukang perbaikan rumah.

"Para pelaku mencuri dengan modus pura-pura jadi tukang perbaikan rumah," kata Kanit Reskrim Polsek Bantargebang Iptu Wahid Key, di Bekasi.

Berdasarkan laporan korban, kata dia, pelaku yang berjumlah dua orang menyatroni rumah seorang PNS di Kampung Sumur Batu RT2/3, Desa Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi.

"Pelaku datang dengan menggunakan sepeda motor," katanya.

Dua pencuri itu mendatangi rumah korban sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kejadian, pemilik rumah bernama Dodi, tengah bekerja di salah satu instansi di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Kedua pelaku sempat ditemui pembantu rumah tangga korban bernama Jumsih alias Juju (30).

"Pelaku mengaku disuruh pemilik rumah memperbaiki sejumlah kerusakan rumah. Bahkan si pembantu sempat menunjukan bagian-bagian ruang kamar dan dapur," ungkap Kanit Reskrim Polresta Bantargebang, Iptu Wahid Key.

Usai ditunjukkan bagian-bagian rumah yang rusak, kata dia, satu pelaku di antaranya menyelinap masuk ke kamar majikan dan mengambil sejumlah harta di dalamnya.

"Dari keterangan pemilik rumah, harta yang hilang berupa emas logam mulia seberat 100 gram, emas perhiasan seberat 80 gram, dan uang tunai Rp50 Juta," katanya.

Dikatakan Wahid, pembantu itu sempat curiga dan mengecek kamar majikannya yang ternyata sudah berantakan.

Saat sadar menjadi korban perampokan, pembantu tersebut berteriak minta tolong dan para pelaku langsung kabur dengan sepeda motornya.

"Dia kemudian menelepon majikannya, baru majikannya laporan ke Polsek Bantargebang," katanya.

Hingga kini, aparat Polsek Bantargebang tengah menyelidiki kasus tersebut.


Pewarta: Oleh Andi Firdaus
: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026