"Dibandingkan tahun lalu hewan kurban sapi yang dibeli masyarakat saat ini kebanyakan yang berjenis kelamin betina karena harganya jauh lebih murah,"
Sukabumi (Antara) - Sapi betina dijadikan alternatif hewan kurban lantaran tingginya harga hewan kurban (sapi dan domba) menjelang hari raya Iduk Adha.

"Dibandingkan tahun lalu hewan kurban sapi yang dibeli masyarakat saat ini kebanyakan yang berjenis kelamin betina karena harganya jauh lebih murah," kata salah seorang peternak sapi CV Hikmah Putra Sukabumi, Ichwan Hamid kepada Antara, Kamis (26/9).

Menurut Ichwan, ada kenaikan sekitar 30 persen dibandingkan dengan tahun lalu warga yang membeli sapi kurban berkelamin betina ini.

Pada 2012 masyarakat yang berkurban membeli sapi betina hanya sekitar 20 persen saja, tetapi untuk saat ini perbandingan pembelian sapi betina dengan jantan seimbang (50 : 50).

Dia menambahkan meningkatnya penjualan sapi betina tersebut karena harganya yang lebih murah sampai Rp2,5 juta setiap ekornya. Sehingga dengan perbedaan harga tersebut banyak warga yang memilih sapi betina untuk dikurbankan karena tidak mengurangi nilai ibadahnya.

Selain itu, masyarakat yang membeli maupun memesan sapi betina untuk dikurbankan mayoritas berasal dari pondok pesantren dan jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah saat mendekati hari H Idul Adha.

"Membeli sapi betina untuk dikurbankan menjadi solusi warga yang ingin beribadah di bulan suci tersebut," tambahnya.

Untuk harga sapi setiap ekornya yang dijual di lapaknya berkisar Rp9,5 juta sampai Rp52 juta tergantung bobot sapi tersebut. Untuk saat ini ada penurunan omset pembelian sekitar 30 persen karena tingginya harga hewan kurban saat ini.

Maka dari itu pihaknya meminnta kepada pemerintah agar harga hewan ternak bisa kembali stabil dan tidak seperti sekarang ini yang juga memberatkan para peternak.

"Setiap hewan kurban yang disediakan di lapak kami seluruhnya dijamin kesehatanya dan disertakan dengan surat keterangan kesehatan hewan dari dinas terkait dan selurunya juga sudah cukup umur untuk dijadikan hewan kurban," tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabuni Abdul Kodir mengatakan pihaknya menyediakan sedikitnya 1.400 ekor sapi kurban dan 12 ribu ekor kambing/domba untuk persediaan musim kurban tahun ini.

"Seluruh hewan kurban yang dijual harus memiliki surat keterangan kesehatan dari dinas terkait yang berasal dari daerah pengirimnya dan kami pun akan terus mengawasi setiap penjualan hewan kurban," kata Kodir.

Pewarta: Oleh Aditya A Rohman
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026