Surabaya (ANTARA) - Kota besar dibangun dengan berbagai upaya untuk mengendalikan risiko. Jalan diperlebar, sungai ditata, gedung diperkuat, dan teknologi digunakan untuk meningkatkan keamanan.
Namun, ada risiko yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan manusia, yakni pergerakan bumi.
Perbincangan mengenai patahan di Kota Surabaya, Jawa Timur mengingatkan bahwa kota ini tidak sepenuhnya bebas dari risiko geologi. Informasi mengenai sesar yang melintasi Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan menyebar luas, terutama melalui media sosial.
Di tengah arus informasi tersebut, masyarakat perlu menempatkan dua hal secara seimbang. Tidak perlu panik, tetapi risiko juga tidak boleh diabaikan. Kesiapsiagaan harus dibangun berdasarkan data, kajian ilmiah, dan latihan yang nyata.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menyebut jalur patahan Kendeng memiliki dua segmen yang berkaitan dengan Surabaya, yakni Segmen Surabaya dan Segmen Waru. BPBD juga rutin melakukan sosialisasi kesiapsiagaan di permukiman, sekolah, dan perkantoran.
Pewarta: Abdul HakimUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.