Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membantu perbaikan Pasar Baru Cikarang di Jalan RE Martadinata Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) selama masa transisi penataan oleh pemerintah daerah setempat.

"Kami dukung lewat program CSR dari Bank BJB. Pelaksanaannya melibatkan forum pedagang serta tim internal yang akan dibentuk pemerintah provinsi," kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kunjungan keduanya di Pasar Baru Cikarang, Sabtu.

Dedi yang sehari sebelumnya juga telah menyempatkan diri meninjau Pasar Baru Cikarang menyatakan ada beberapa hal yang perlu diperbaiki agar kondisi pasar lebih tertata rapi serta tidak mengganggu lalu lintas kendaraan.

Pertama, memperbaiki trotoar melalui dukungan pembiayaan program tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan atau CSR dari PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) agar lebih rapi dan tertib.

"Trotoar kita perbaiki supaya terlihat lebih rapih. Kemudian halaman pasar dengan perbaikan aspal hotmix maupun paving block yang nantinya bisa dijadikan area parkir kendaraan para pembeli maupun untuk bongkar muat komoditas sayuran," katanya.

Selanjutnya merapikan area bawah pasar agar layak ditempati pedagang. Area tersebut saat ini dipenuhi sampah. Pemkab Bekasi diminta membersihkan tumpukan sampah di lokasi itu sebelum dilakukan pengecatan bangunan terutama sisi luar maupun perbaikan sejumlah titik kebocoran hingga penataan ulang.

"Nanti kita rapikan terlebih dahulu bagian bawah pasar, termasuk membersihkan area yang kurang tertata dan memperbaiki tampilan bangunan agar lebih baik dari sebelumnya," ujar Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja.

Asep mengaku telah menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk melakukan pembersihan menyeluruh sebelum area tersebut ditempati pedagang yang saat ini masih berada di area luar tepatnya bahu hingga badan jalan.

Konsep penataan pedagang pasar tumpah itu akan menyesuaikan dengan jenis usaha mereka. Area bawah direncanakan menampung pedagang sayuran dan pakaian sementara area atas akan ditempati pedagang makanan seperti untuk sentra kuliner atau food court.

Dia juga berharap para pedagang dapat mendukung dan disiplin ketika area bawah pasar sudah rapi dan siap ditempati. Pedagang yang kini berada di luar harus masuk ke dalam agar lingkungan pasar lebih tertata sekaligus tidak mengganggu aktivitas lalu lintas.

Pemerintah daerah juga menyiapkan konsep revitalisasi Pasar Baru Cikarang dengan target mulai direalisasikan pada tahun 2027. Sketsa desain teknik rinci (DED) sedang disusun, menyesuaikan kondisi lapangan, karakteristik bangunan serta kebutuhan masyarakat maupun pedagang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Gatot Purnomo mengemukakan DED revitalisasi Pasar Baru Cikarang masih dalam tahap penyusunan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi.

"DED dalam proses penyusunan. Berbagai masukan termasuk arahan dari Plt. Bupati Bekasi terkait konsep penataan pasar akan dituangkan dalam dokumen perencanaan tersebut sehingga hasil revitalisasi nanti sesuai kebutuhan di lapangan," katanya.

Gatot mengaku dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap aktivitas perniagaan di Pasar Baru Cikarang merupakan langkah konkret menuju penataan pasar yang lebih layak demi kenyamanan pedagang maupun masyarakat.

"Kami berharap revitalisasi Pasar Baru Cikarang berjalan sesuai harapan sehingga aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib, nyaman, dan tidak lagi menimbulkan kemacetan maupun gangguan lalu lintas di sepanjang Jalan Raya RE Martadinata," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026