Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui percepatan berbagai program strategis di sektor riil, mulai dari pangan, perikanan hingga hilirisasi.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi melalui keterangan Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Sabtu, mengatakan langkah ini penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi makro di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.
"Mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat terutama program di bidang pangan, program di bidang energi, kemudian program di bidang perikanan dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi," ujar Prasetyo.
Ia menyebut stabilitas ekonomi nasional tidak bisa dijaga oleh satu institusi saja. Oleh karena itu, pemerintah memperkuat koordinasi lintas lembaga agar kebijakan moneter dan fiskal berjalan seiring dan saling mendukung.
Baca juga: DPN usulkan peternakan sapi perah masuk prioritas program swasembada pangan
Baca juga: Penguatan program benih mandiri guna atasi kelangkaan benih
Menurut Prasetyo, kondisi ekonomi global saat ini menuntut adanya kerja sama yang kuat antarpemangku kepentingan.
Ia mengatakan seluruh kebijakan yang diambil pemerintah harus mampu saling memperkuat demi menjaga stabilitas nasional.
"Dalam situasi hari ini, menuntut kerja sama di antara kita semua. Kebijakan-kebijakan harus saling mendukung, saling memperkuat satu sama lain," katanya.
Prasetyo juga menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah. Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi kuat.
Baca juga: Presiden Prabowo jelaskan alasan TNI, Polri terlibat program ketahanan pangan
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan pemerintah tetap mewaspadai dinamika ekonomi yang dapat mempengaruhi stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, Prasetyo mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dalam menjalankan tugas masing-masing secara maksimal.
"Kita harus tetap optimis untuk menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing dalam rangka bersama-sama menjaga ekonomi kita tetap kuat, tetap tumbuh dan berkenaan dengan masalah nilai tukar supaya bisa segera kembali seperti yang kita harapkan," pungkasnya.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh PrayudhiaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.