Kota Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta seluruh jajaran aparatur wilayah meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemetaan titik rawan di tengah potensi curah hujan ekstrem yang melanda Kota Bogor, Jawa Barat. 

Dedie Rachim di Balai Kota Bogor, Senin, mengatakan curah hujan di Kota Bogor berpotensi mencapai 120 hingga 200 milimeter dalam sekali hujan atau jauh di atas rata-rata normal sekitar 70 milimeter. 

“Kita harus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing, termasuk melakukan pemetaan dan koordinasi untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem,” ujar Dedie.

Ia menilai masih banyak saluran drainase di sejumlah wilayah Kota Bogor yang tersumbat sampah dan tidak dibersihkan sehingga memicu terjadinya banjir lintasan saat hujan deras.

Karena itu, Dedie meminta para pimpinan perangkat daerah memperkuat pengawasan di lapangan agar persoalan lingkungan dapat segera ditangani sebelum menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat. 

“Saya ingin menyampaikan kepada para pimpinan perangkat daerah untuk menguatkan pengawasan. Sebab, jika pengawasan lemah, akan terjadi berbagai hal yang dapat menimbulkan kerugian,” katanya.  

Dedie juga meminta aparatur wilayah memiliki inisiatif dan respons cepat terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masing-masing.

Menurut dia, penanganan banjir dan persoalan drainase tidak bisa hanya menunggu laporan warga, melainkan membutuhkan kepedulian dan langkah antisipatif dari aparatur di lapangan.

Beberapa titik yang menjadi perhatian di antaranya Jalan Dadali, Pacilong, Jalan Kapten Yusuf di perbatasan Ciapus-Tamansari, hingga kawasan Yasmin menuju Tanah Sareal yang kerap terdampak genangan saat hujan deras.

Untuk kawasan Yasmin yang saluran drainasenya berada di jalan nasional, Dedie merekomendasikan pembangunan sodetan baru apabila kapasitas saluran air yang ada sudah tidak mencukupi.

Selain meminta pelebaran kapasitas drainase, Dedie juga meminta aparatur wilayah menyosialisasikan kepada pedagang tanaman agar tidak lagi berjualan di atas saluran drainase maupun badan jalan yang akan diperbaiki.

 

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026