Depok (ANTARA) - Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar menyebutkan pidato Presiden Prabowo yang menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) sebagai dasar penyusunan RAPBN 2027 menjadi langkah penting dalam menjaga optimisme dan stabilitas nasional di tengah situasi global yang penuh tantangan.
“Pidato Presiden Prabowo hari ini perlu diapresiasi karena menghadirkan suasana yang kondusif dan memberikan ketenangan bagi rakyat Indonesia. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika global, masyarakat membutuhkan kepastian arah kebijakan, stabilitas, dan semangat persatuan,” kata Semar terkait pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
Semar menilai Presiden Prabowo berhasil menyampaikan pesan kenegaraan yang menenangkan sekaligus memberikan keyakinan kepada publik bahwa pemerintah memiliki arah yang jelas dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuat fiskal negara, dan menjaga kepentingan rakyat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya menyatukan kekuatan bangsa untuk menjaga perekonomian nasional, memperkuat ketahanan negara, serta memastikan program-program prioritas pemerintah berjalan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Momentum pidato yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dinilai membawa pesan persatuan dan optimisme kebangsaan.
Lebih lanjut, Semar berharap seluruh elemen bangsa, termasuk kekuatan masyarakat sipil dan pemuda, dapat bersama-sama menjaga stabilitas nasional dan mendukung agenda pembangunan pemerintah demi Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
“Yang dibutuhkan bangsa hari ini adalah kebersamaan, stabilitas, dan optimisme. Presiden telah memberikan pesan itu dengan sangat baik dalam pidato hari ini,” tutup Semar.
Pewarta: Feru LantaraEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026