Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum I Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Taufik Hidayat menegaskan semua elemen di PBSI harus introspeksi menyusul kegagalan Indonesia di Piala Thomas 2026.
Tim Merah Putih kehilangan muka setelah untuk pertama kalinya dalam sejarah gagal lolos dari fase grup Piala Thomas.
"Ini evaluasi besar ke depannya. Kita tidak salahkan siapa-siapa. Semua harus introspeksi," kata Taufik Hidayat dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat.
Taufik menyebut, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh atas kegagalan tim Thomas Indonesia yang tampil sangat kurang menjanjikan pada turnamen yang berlangsung di Horsens, Denmark, itu.
Baca juga: Putri KW kalah, Indonesia sementara tertinggal 0-1 dari Korsel
Baca juga: Saat Indonesia melawan prediksi
Dia memaparkan bahwa salah satu kendala tim Thomas Indonesia adalah kesiapan atlet, termasuk secara fisik. Kendala itu membuat atlet sulit tampil maksimal pada setiap pertandingan.
"Ada beberapa atlet yang ditanya siap? Siap! Namun di lapangan tidak siap. Akhirnya dari Piala Thomas kemarin, kami sepakat untuk berusaha sinkron. Kalau dokter bilang atletnya bilang belum bisa tanding, pelatih juga tidak boleh meminta atletnya berlaga. (Akhirnya) di Thomas kemarin ada yang beda-beda (susunan pemainnya). Waktu lawan Prancis kemarin. Biasanya kan ganti-gantian single (lalu) double," tutur Taufik, peraih medali emas Olimpiade Athena 2004.
Untuk itu, Taufik memastikan PBSI membuka kemungkinan untuk merombak tim kepelatihan di sektor putra. Saat ini PBSI tengah fokus menyiapkan program untuk melakukan regenerasi dan akselerasi atlet.
Baca juga: Saat Indonesia melawan prediksi
Di Piala Thomas 2026, Indonesia bergabung di Grup D bersama Thailand, Prancis dan Aljazair. Di grup itu, Indonesia menempati posisi ketiga klasemen akhir yang membuat Merah Putih tidak dapat melaju ke babak gugur.
Selama bertarung di Piala Thomas 2026, Indonesia menang 5-0 atas Aljazair dan 3-2 atas Thailand. Namun, pada laga terakhir, Indonesia kalah 1-4 dari Prancis.
Pewarta: Fajar SatriyoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026