Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Sebanyak 3.346 jamaah asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji sebagai salah satu tahapan pra ibadah haji sekaligus upaya meningkatkan pemahaman terhadap aturan beribadah ketika berada di Tanah Suci.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menekankan pentingnya kegiatan bimbingan manasik haji sebagai bekal utama bagi seluruh jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menjalani seluruh tahapan ibadah.

"Manasik haji ini sangat penting agar para jamaah memiliki pemahaman yang utuh baik terkait tata cara ibadah maupun kesiapan mental dan spiritual," katanya di Cikarang, Minggu.

Menurut dia kegiatan manasik haji memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman menyeluruh kepada jamaah, mulai dari tata cara pelaksanaan ibadah haji, rukun dan wajib haji hingga kesiapan mental, fisik dan spiritual selama menjalankan ibadah.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menghadiri kegiatan bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Bekasi untuk periode keberangkatan musim haji tahun 2026 di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Asep turut mengajak jamaah calon haji untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini mengingat aspek kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan ibadah haji yang memerlukan stamina prima.

"Mulai sekarang jaga kesehatan. Yang memiliki riwayat penyakit seperti asam urat, kolesterol atau darah tinggi segera berobat dan rutin memeriksakan diri. Manfaatkan fasilitas kesehatan dan BPJS yang ada," katanya.

Dirinya juga mengingatkan penting menjaga pola makan, istirahat cukup serta membawa persediaan obat-obatan pribadi sebagai langkah antisipasi selama berada di Tanah Suci. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman dan tertib.

Asep juga mengimbau para jamaah untuk tetap tenang di tengah beragam informasi global menyangkut kondisi geopolitik dunia dengan selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah selaku pemberi garansi keamanan maupun keselamatan jamaah.

Dia pun berpesan kepada seluruh jamaah untuk dapat menjaga nama baik Kabupaten Bekasi selama berada di Tanah Suci dengan menunjukkan sikap disiplin, tertib serta saling tolong-menolong antar sesama jamaah.

"Jadilah duta daerah yang mencerminkan akhlak mulia selama menjalankan ibadah haji. Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran, keselamatan dan bisa kembali sebagai haji yang mabrur," ucap dia.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi Mulyono Hilman Hakim menambahkan pelaksanaan bimbingan manasik haji terintegrasi memiliki dasar hukum kuat serta tujuan yang jelas dalam meningkatkan kualitas jemaah haji.

Ia menjelaskan kegiatan manasik haji ini tidak dilaksanakan secara sembarangan melainkan mengacu pada regulasi yang berlaku seperti undang-undang nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah maupun Peraturan Menteri Agama nomor 2 dan 3 tahun 2025.

"Manasik haji ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan jamaah haji sehingga mereka memiliki pemahaman yang baik dalam melaksanakan ibadah sesuai tuntunan agama, serta mampu meraih haji yang mabrur," ujarnya.

Kegiatan bimbingan manasik haji dilakukan dalam dua tahapan, pertama pada tingkat kecamatan sebanyak empat kali di 13 lokasi yang telah ditentukan serta manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten saat ini yang dilaksanakan satu kali.

Manasik haji merupakan tahapan pra ibadah haji atau sebelum jamaah menuju Tanah Suci. Sesuai jadwal, jamaah calon haji asal Kabupaten Bekasi mulai diberangkatkan pada 23 April hingga pertengahan Mei 2026 dengan mengacu kelompok terbang (kloter) yang telah ditetapkan.

Baca juga: Jamaah calon haji Bekasi jalani tahapan bimbingan manasik

Baca juga: 741 calon haji Purwakarta berangkat ke Tanah Suci tahun ini



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026