Bandung (ANTARA) - Strategi rekayasa lalu lintas yang diterapkan Polresta Bandung diklaim cukup efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur mudik Nagreg pada puncak arus mudik Lebaran 2026.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, dalam keterangannya, Jumat menyampaikan strategi rekayasa lalu lintas yang diterapkan Polresta Bandung terbukti mampu mengurai kepadatan kendaraan di jalur mudik Nagreg pada puncak mudik lebaran.
Lonjakan volume kendaraan yang sempat memicu antrean panjang berhasil dikendalikan melalui pola penanganan situasional di lapangan.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung hingga pukul 14.00 WIB, sebanyak 98.010 kendaraan tercatat melintas menuju arah Garut dan Tasikmalaya.
Tingginya pergerakan kendaraan ini membuat jalur Nagreg menjadi salah satu titik krusial arus mudik di Jawa Barat.
“Kami Polresta Bandung berkolaborasi dengan Polda Jabar dan Dishub melaksanakan one way sepenggal. Ini kami lakukan secara situasional melihat perkembangan arus di lapangan," katanya.
Selain itu, koordinasi lintas wilayah juga menjadi kunci keberhasilan. Polresta Bandung berkolaborasi dengan Polres Garut untuk menentukan waktu penerapan rekayasa lalu lintas, khususnya saat antrean kendaraan sudah mencapai titik tertentu.
“Ketika ekor kendaraan sudah sampai di Pamuncatan, kami langsung berkoordinasi dengan Polres Garut untuk melaksanakan one way sepenggal,” katanya.
Meski demikian, sejumlah titik seperti Pamuncatan masih berpotensi menimbulkan kepadatan, terutama saat perlintasan kereta api ditutup sementara. Namun, petugas telah disiagakan untuk mempercepat normalisasi arus setelah kereta melintas.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026