Bandung (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memprediksi puncak arus balik gelombang kedua di Jalur Nagreg terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3).
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi menyebut masih ada sekitar 200 ribu kendaraan yang belum kembali melintas ke arah Bandung melalui jalur Nagreg hingga Rabu (25/3).
“Hal ini karena masih ada masyarakat yang tidak terikat jadwal kerja dan memilih untuk balik pada akhir pekan nanti,” kata Ruddy di Bandung, Kamis.
Ia menjelaskan, sebelumnya puncak arus balik utama telah terjadi pada Selasa (24/3).
Pada hari tersebut, volume kendaraan dari arah Garut menuju Bandung tercatat mencapai 149.030 kendaraan, yang menjadi angka tertinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Ruddy menyebutkan berdasarkan pantauan terkini, arus lalu lintas di Jalur Nagreg dari arah Garut maupun Tasikmalaya menuju Bandung kini melandai.
Meski demikian, ia mengingatkan potensi kepadatan masih bisa terjadi pada akhir pekan seiring adanya arus balik susulan.
Baca juga: Jalur Pantura Kabupaten Bekasi mulai dipadati pemudik pengendara roda dua
Baca juga: Polres Cianjur catat cuaca ekstrem di Puncak harus diwaspadai pemudik
Menurut dia, kepadatan di Jalur Nagreg tidak hanya berasal dari pemudik, tetapi juga dari wisatawan yang kembali dari sejumlah destinasi di wilayah selatan Jawa Barat.
“Kami namakan arus lalu lintas campuran. Ada yang pulang dari wisata ke Garut atau Pangandaran, dan ada juga pemudik yang kembali secara bersamaan,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026