Depok (ANTARA) - Warga Depok, Jawa Barat, tetap mempertahankan tradisi memotong Kebo Andil sebagai bagian dari tradisi masyarakat Depok yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong menjelang Lebaran.
Dalam tradisi tersebut warga terlibat bersama, mulai dari proses persiapan hingga menikmati hasilnya secara kolektif.
“Tradisi Kebo Andil ini merupakan tradisi lama masyarakat Depok. Dahulu akses ke pasar cukup jauh, sehingga masyarakat jarang mengonsumsi daging. Idul Fitri menjadi momen istimewa, sehingga dilakukan patungan untuk bisa menikmati daging bersama,” kata Wali Kota Depok Supian Suri di Depok, Kamis.
Supian Suri mengatakan Tradisi Kebo Andil merupakan bentuk patungan masyarakat untuk membeli seekor kerbau yang kemudian dipotong dan dibagikan bersama.
Ia menambahkan tradisi tersebut mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang terus dijaga hingga saat ini.
Supian Suri juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Kebo Andil. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata keguyuban dan semangat gotong royong warga.
Ia berharap Tradisi Kebo Andil dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda Kota Depok.
Baca juga: SAR Parangtritis siagakan 100 personel lakukan pengawasan wisata pada tradisi padusan di pantai
Baca juga: Pemkot gelar Lebaran Depok 2024 sebagai tradisi pesta budaya
“Terdapat tujuh kerbau yang dipotong. Dagingnya dibagikan kepada warga yang ikut urunan serta sebagian masyarakat untuk persiapan Idul Fitri,” jelasnya.
Supian Suri juga menjelaskan pemilihan kerbau dalam tradisi ini memiliki alasan tersendiri, yakni tekstur dagingnya yang lebih cocok untuk dimasak berulang kali tanpa mudah hancur.
“Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa kerbau dipilih dalam tradisi ini,” ujarnya.
Pewarta: Feru LantaraEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026