Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta menginisiasi wisata berbasis pengalaman melalui program "Bule Mengajar" dengan melibatkan mahasiswa asing yang belajar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan "Bule Mengajar" merupakan salah satu program prioritas (quick wins) yang dijalankan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

"Bule Mengajar, ini maksudnya teman-teman yang datang di sini bisa memberikan best practice-nya. Memberikan kedisiplinan juga kerja keras," ujar Hasto dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin.

Menurut Hasto, melalui program tersebut mahasiswa asing diharapkan dapat berbagi pengalaman kepada para pelajar di sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta.

"Sekaligus memberikan praktik-praktik yang baik kepada para siswa. Oleh karena itu, kita menyambut baik kedatangan para turis asing nantinya untuk memberikan pelajaran di sekolah-sekolah di seluruh Yogyakarta. Saya utamakan sekolah negeri dulu untuk meningkatkan kualitas SD negeri," katanya.

Ia berharap sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta juga dapat bekerja sama dengan pemandu wisata serta berbagai negara untuk mendorong kedatangan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta.

Selain berbagi informasi mengenai budaya, lanjut Hasto, program "Bule Mengajar" diharapkan dapat memperkenalkan kebiasaan disiplin dan semangat belajar dari berbagai negara kepada para siswa.

Program tersebut juga diintegrasikan dengan paket wisata Jelajah Kawasan Kotagede sebagai bagian dari upaya memperkuat pariwisata berbasis pengalaman di Kota Yogyakarta.

Kegiatan itu diikuti mahasiswa asing yang berasal dari sejumlah negara, antara lain Timor Leste, Solomon, Tanzania, Kenya, dan Pakistan.

Hasto juga meninjau kawasan Between Two Gates di Kampung Alun-alun, Purbayan, Kotagede, yang menjadi salah satu titik kunjungan dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati mengatakan program mahasiswa asing bercerita atau "Bule Mengajar" dikembangkan sebagai upaya mengaktivasi wisata di kawasan Kotagede untuk segmen wisatawan mancanegara.

Ia berharap keterlibatan mahasiswa asing dalam aktivitas masyarakat di kawasan Kotagede dan berbagi cerita budaya dapat memberikan kesan mendalam yang kemudian diceritakan kembali kepada keluarga maupun teman di negara asal.

Daning berharap kegiatan tersebut menjadi awal yang baik tidak hanya di Kampung Purbayan, tetapi juga memberi pengalaman hingga ke 46 kampung wisata dan 45 kelompok sadar wisata di Kota Yogyakarta.

"Sehingga bersama-sama kita bisa membuka mata dunia bahwa di Kota Yogyakarta, di kampung-kampung yang ada itu mempunyai potensi yang luar biasa," ujar Daning.

Baca juga: Yogyakarta jadi destinasi favorit liburan keluarga pada akhir tahun menurut Agoda

Baca juga: Destinasi wisata favorit saat musim hujan di Indonesia



Pewarta: Luqman Hakim
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026