Ternate (ANTARA) - Tujuh kru Kapal KM Garda Nusantara 17 mengalami kerusakan mesin dan tenggelam di perairan Maluku Utara dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani dihubungi, Senin menjelaskan proses evakuasi sempat mengalami kendala akibat cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang.
Meski demikian, seluruh korban berhasil dievakuasi menggunakan KM Sabuk Nusantara 115 dan tiba di Pelabuhan Ternate pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIT.
Dirinya merinci, pada pukul 15.15 WIT, tujuh orang korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat ke KM Sabuk Nusantara 115 dan selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Ahmad Yani Ternate
Sementara itu, kapal KM Garda Nusantara 17 tidak dapat diselamatkan dan akhirnya karam serta tenggelam di perairan antara Pulau Batang Dua dan Kota Ternate.
Dalam proses evakuasi, PT Pelni Ternate juga mengerahkan KM Sabuk Nusantara 86 untuk memberikan bantuan serta pengawalan bersama KN SAR Pandudewanata. Namun perjalanan menuju lokasi sempat terkendala cuaca buruk.
Sekitar pukul 18.50 WIT, KM Sabuk Nusantara 86 tiba di lokasi dan bertemu dengan KM Sabuk Nusantara 115. Selanjutnya kedua kapal bersama KN SAR Pandudewanata melakukan pengawalan menuju Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.
Pada pukul 23.00 WIT, seluruh tim SAR gabungan bersama para korban tiba di Dermaga Pelabuhan Ahmad Yani dalam keadaan selamat.
Para korban kemudian diserahkan kepada pihak PT PELNI Ternate dan keluarga, sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Bid Dokkes Polda Maluku Utara.
Usai proses evakuasi, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing sebagai penutupan operasi SAR, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Kantor SAR Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, Brimobda Polda Maluku Utara, Polres Ternate, Bid Dokkes Polda Maluku Utara, Lanal Ternate, Korem 152/Babullah, KPLP Ternate, PT PELNI, PT Pelindo, BPPK Maluku Utara, KM Sabuk Nusantara 115, KM Sabuk Nusantara 86, Jasa Raharja Ternate, serta RAPI Ternate.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh Rudi Arif dari PT PELNI Ternate pada 15 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WIT. Lokasi kejadian berada di perairan Maluku Utara dengan koordinat 0°40.20’ LU / 126°52.71’ BT atau sekitar 29,73 mil laut dari Kota Ternate.
Data tujuh korban selamat diantaranya Untung Purwadi, Felix Herman Sulipatty, Teguh Gunawan, Dimas Afif Sugiyanto, Anselmus Hamonangan, Mohammad Al Yudha C.R dan Mochmad Makhsun.
Baca juga: Dua korban kapal tenggelam di Donggala dinyatakan hilang setelah 7 hari pencarian
Baca juga: 13 penumpang KM Cahaya Intan Celebes tenggelam di Bombana Sultra
Pewarta: Abdul FatahEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026