Tokyo (ANTARA) - Sebanyak 129 jurnalis media dibunuh saat menjalankan tugasnya sepanjang tahun 2025, dengan dua per tiga dari mereka dibunuh oleh Zionis Israel, demikian menurut laporan tahunan organisasi jurnalis dunia, Rabu.
Menurut laporan Committee to Protect Journalists (CPJ), Israel bertanggung jawab atas dua per tiga dari total pembunuhan wartawan sepanjang tahun 2025 yang mereka lakukan saat agresi militernya di Jalur Gaza.
Baca juga: Asosiasi pers asing kecam serangan terbaru Israel tewaskan 5 jurnalis di Jalur Gaza
Lebih dari 60 persen dari 86 insan pers yang dibunuh oleh Israel itu adalah wartawan Palestina yang melakukan tugas jurnalistik dari Gaza, kata laporan tersebut.Catatan ini menandai jumlah pembunuhan wartawan tertinggi dalam dua tahun berturut-turut -- lebih tinggi dari angka 126 pada 2024 -- sejak organisasi yang berbasis di New York
tersebut mulai mengumpulkan data keselamatan wartawan pada 1992.
"Serangan terhadap media adalah indikator penting atas serangan terhadap kebebasan lainnya, dan sangat banyak langkah yang harus diambil untuk mencegah pembunuhan tersebut serta menghukum para pelakunya," kata CEO CPJ Jodie Ginsbreg.
Baca juga: Satu jurnalis kembali tewas dalam serangan Israel di Gaza
"Kita semua terpapar risiko ketika jurnalis kehilangan nyawa saat membuat laporan berita mereka," ucap dia, menambahkan.
Lebih lanjut, Filipina, dengan tiga kasus pembunuhan jurnalis pada 2025, menempatkan negara itu pada peringkat teratas di Asia dan peringkat kelima dari semua negara dalam daftar.
Semua wartawan yang dibunuh di Filipina tahun lalu tewas ditembak, termasuk wartawan senior Juan Dayang.
Sumber: Kyodo
Pewarta: Nabil IhsanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026