Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan perguruan tinggi di Indonesia siap membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah di tanah air.
Melalui keterangan di Jakarta, Kamis, ia menyatakan perguruan tinggi siap mengambil peran aktif, terutama dalam membangun tata kelola pengelolaan sampah di tingkat mikro. Sebab, kekuatan kampus tidak hanya pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kapasitas edukasi sosial.
"Kami siap membantu, sumber daya mahasiswa dan dosen yang kita miliki sangat besar, karena itu, kami siap mendukung," kata Mendiktisaintek.
Menteri Brian juga menyampaikan keterlibatan mahasiswa akan diperkuat melalui berbagai skema akademik agar berdampak berkelanjutan. Sebagai langkah awal, kolaborasi akan difokuskan pada pengembangan proyek percontohan di sejumlah kota dengan pelibatan aktif perguruan tinggi setempat.
Mahasiswa akan diterjunkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan edukasi pemilahan, pengolahan sampah organik, hingga penguatan sistem monitoring berbasis komunitas.
Selain itu, Brian menyebut pihaknya juga mendorong penguatan inisiatif Campus Zero Waste. Program ini diarahkan agar perguruan tinggi tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah di lingkungan internal, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan rujukan praktik baik bagi pemerintah daerah.
Saat ini, lebih dari seratus kampus telah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri, dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui verifikasi serta penguatan standar teknologi ramah lingkungan.
Sementara dari sisi dukungan keilmuan mencakup pengolahan sampah organik, komposting, biodigester, rekayasa material daur ulang, hingga teknologi konversi sampah menjadi energi, termasuk kajian peningkatan efektivitas fasilitas yang telah tersedia di daerah.
"Rencananya pendampingan ini tidak bersifat satu kali, tetapi bisa satu semester dan bisa dikonversi menjadi SKS. Jadi mahasiswa benar-benar mendampingi, memonitor, dan memastikan sistemnya berjalan," ujar Brian Yuliarto.
Baca juga: Fuxin Education dan Unhas fokus penguatan internasionalisasi
Baca juga: Prabowo: 1 dari 10 kampus baru khusus untuk administrasi pemerintahan
Menanggapi hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi kesiapan Kemdiktisaintek dalam memperkuat dimensi edukasi, riset, dan inovasi.
Dukungan perguruan tinggi dinilai strategis untuk mempercepat peningkatan kinerja pengelolaan sampah nasional, khususnya dalam membangun kesadaran publik, memperkuat kapasitas pemerintah daerah, serta mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi.
Presiden juga menekankan bahwa persoalan sampah telah menjadi isu krusial di berbagai daerah, sehingga diperlukan langkah luar biasa, terpadu, dan melibatkan seluruh elemen bangsa.
Pewarta: Sean Filo MuhamadEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026