Kota Bandung (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan untuk mengantisipasi kemacetan selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2026.
Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Hudi Arif mengatakan pengaturan manual oleh petugas di lapangan serta penyesuaian durasi lampu lalu lintas menjadi strategi utama dalam mengurai antrean kendaraan.
“Apabila terjadi kepadatan dan ekor memanjang dari arah Jakarta keluar Tol Pasteur, kita prioritaskan lampu traffic light yang mengarah masuk ke dalam kota,” kata Hudi di Bandung, Senin.
Hudi menjelaskan, salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Pasteur, yang kerap mengalami kepadatan kendaraan dari arah Jakarta yang keluar dari gerbang tol menuju pusat kota.
“Saat terjadi lonjakan kendaraan yang hendak keluar Kota Bandung menuju Jakarta, kepolisian memberikan prioritas pada arus keluar kota guna mempercepat pergerakan kendaraan dan mengurangi potensi penumpukan,” katanya.
Baca juga: Penyerang Persib Beckham Putra siap dimainkan hadapi Ratchaburi FC
Baca juga: Umuh yakin Persib balikkan keadaan ketika hadapi Ratchaburi
Penyesuaian pengaturan lalu lintas, kata dia, dilakukan secara dinamis hingga kawasan jalan layang Pasupati, sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran arus kendaraan, khususnya pada periode arus balik libur panjang.
Hudi mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara dengan mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima.
“Kami harapkan masyarakat yang memasuki wilayah Kota Bandung tetap berhati-hati, patuhi aturan, dan ikuti isyarat petugas agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.
Polrestabes Bandung memastikan pemantauan arus lalu lintas akan terus dilakukan hingga kondisi lalu lintas di seluruh wilayah Kota Bandung kembali normal setelah libur panjang.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026