Karawang (ANTARA) - Polres Karawang, Jawa Barat mengimbau masyarakat waspada menyusul tingginya curah hujan yang memicu naiknya debit air sungai Citarum dan Cibeet, yang merupakan dua sungai besar di kabupaten setempat.

Kasie Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan di Karawang, Minggu, menyampaikan saat ini kondisi dua sungai besar di Karawang, yakni sungai Citarum dan Cibeet berstatus Siaga 1.

Hal tersebut sesuai dengan data terbaru Tinggi Muka Air (TMA) yang bersumber dari Perum Jasa Tirta II, pada Minggu per pukul 08.00 WIB.

"TMA sungai Citarum tercatat berada di angka 12,00 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan status Siaga 1. Sedangkan TMA sungai Cibeet berada di angka 19,30 mdpl, juga dengan status Siaga 1," katanya.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh intensitas hujan yang cukup tinggi. Sejak Sabtu malam (17/1) hingga Minggu hujan masih turun di sekitar wilayah Karawang.

Ia menyampaikan sebagai langkah antisipasi, jajaran Polres Karawang melalui Polsek Pangkalan melaksanakan patroli dan monitoring langsung di wilayah rawan terdampak, khususnya di daerah aliran sungai (DAS) Cibeet.

Patroli dilaksanakan pada Minggu sekitar pukul 07.30 WIB, berlokasi di Kampung Bunder, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, dengan melibatkan personel Aiptu Cecep Samsuri dan Brigadir Eko Apriana Azis.

Baca juga: Gubernur Jabar sebut mulai relokasi warga Bandung Raya yang tinggal di bantaran Sungai Citarum

 

Sesuai hasil patroli di lapangan, terjadi luapan air di beberapa titik wilayah Karawang selatan, tepatnya di sekitar Kecamatan Pangkalan.

Polres Karawang mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar bantaran sungai Citarum dan Cibeet agar tetap meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti perkembangan informasi resmi, serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi peningkatan debit air yang signifikan atau kondisi darurat lainnya.

Baca juga: Banjir merendam ratusan rumah di sejumlah daerah Karawang



Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor : Heri Sutarman

COPYRIGHT © ANTARA 2026