jabar-luncurkan-program-perbaikan-jalan-nasional-bosuci-
Sukabumi, 21/4 (Antara) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan peluncuran program perbaikan jalan rusak yang berstatus nasional sepanjang sekitar 59 km, mulai dari Bogor, Sukabumi sampai Cianjur atau Bosuci.

"Perbaikan jalan ini merupakan kerja sama kami dengan pemerintah pusat yang merupakan hasil koordinasi, karena banyaknya aspirasi masyarakat yang mengeluhkan rusaknya jalan nasional yang berada di tiga daerah di Jabar tersebut," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kepada wartawan, Minggu di Sukabumi.

Menurut dia, jalan nasional itu sebenarnya bukan merupakan tanggung jawab sepenuhnya gubernur maupun wali kota dan bupati.

Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar segera melakukan perbaikan jalan di tiga daerah tersebut.

Ia mengatakan, koordinasi itu menghasilkan keputusan bahwa perbaikan jalan di Bosuci tersebut harus  dipercepat.

Untuk tahap pertama ini adalah penambalan jalan dan kemudian tahap kedunya adalah peningkatan kualitas jalan yang rencananya akan dilaksanakan pada Juni atau Juli 2013.

"Untuk sementara ini paling tidak jalan yang bolong-bolong mulai dari Cianjur-Sukabumi-Bogor diperbaiki agar fasilitas jalan ini tidak mengganggu kegiatan masyarakat, karena dengan jalan yang rusak seperti ini sudah dipastikan akan mempengaruhi arus lalu lintas," tambahnya.

Ia mengatakan walaupun perbaikan jalan ini belum bisa membuat nyaman lalu lintas sepenuhnya tetapi minimalnya kendaraan yang melewati jalan ini bisa lancar tanpa harus menghindari lubang-lubang yang bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Heryawan mengakui kerusakan jalan, khususnya jalan nasional yang ada di Jabar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya memang lebih parah.

Dicontohkan, pada April dan Mei 2012 kondisinya masih cukup bagus, tetapi untuk saat ini kondisi jalan sudah banyak yang rusak parah.

"Kerusakan biasanya Juni dan Juli, sedangkan Agustusn sudah mulai ada perbaikan. Dari pantaun kami, saat ini Januari sudah mulai rusak dan Februari kondisinya lebih parah, padahal dari perhitungannya jika Oktober diperbaiki 5-6 bulan ke depannya tetap mulus," kata Heryawan.

Dari analisa pihaknya kerusakan jalan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti curah hujan tinggi kemudian ada tonase truk pengangkut pasir yang kelebihan muatan.

Selain itu, mungkin saja dalam melakukan perbiakan saat musim hujan.

Diharapkan dengan perbaikan jalan ini arus lalu lintas kembali lancar sehingga kegiatan ekonomi warga tidak terganggu dengan rusaknya jalan nasional ini.
 


Aditya


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026