Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Tirta Bhagasasi menjadikan momentum Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi serta HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai motivasi untuk merealisasikan percepatan perluasan jangkauan layanan air bersih.

Plt. Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi Lilie Subali mengatakan upaya percepatan perluasan jangkauan layanan air bersih tidak sebatas mengejar penambahan jumlah pelanggan namun juga membenahi tingkat kehilangan air atau 'Non Revenue Water' (NRW) di seluruh unit pelayanan.

"Melalui langkah efisiensi serta komitmen pelayanan air bersih ini, kami optimistis dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur dasar masyarakat," katanya di Cikarang, Selasa.

Dia menjelaskan kondisi saat ini nyaris seluruh wilayah cabang pelayanan perusahaan memiliki angka NRW cukup tinggi sehingga dibutuhkan kerja keras dari seluruh pegawai, bukan hanya menjadi tanggung jawab kantor wilayah pelayanan setempat maupun rekanan.

Baca juga: Tirta Bhagasasi pasok 20.000 liter air untuk warga terdampak kekeringan

Ia meminta bagian Pengendalian Kehilangan Air (PKA) untuk segera berkoordinasi dengan seluruh wilayah pelayanan untuk mencari kiat khusus maupun cara efektif menekan angka kehilangan air.

Di tengah upaya menambah jumlah pelanggan, manajemen juga menekankan transparansi biaya pemasangan sambungan baru guna menghindari simpang siur informasi yang masih kerap diterima calon pelanggan.

Lilie menegaskan tarif resmi pemasangan sambungan baru di wilayah yang telah terjangkau jaringan perpipaan eksisting sebesar Rp1.326.500.

"Biaya pemasangan baru disampaikan kepada masyarakat yang sejelas-jelasnya. Di wilayah eksisting jaringan perpipaan perusahaan, biaya pemasangan baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.

Baca juga: Tirta Bhagasasi perketat pengawasan digital upaya deteksi dini gangguan

Dirinya juga menegaskan sikap direksi perusahaan terhadap potensi praktik pungutan liar dan manipulasi tarif di tingkat petugas lapangan. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga integritas pelayanan sekaligus mempercepat penambahan sambungan pelanggan.

"Apabila ada hal-hal menyimpang atau tidak sesuai ketentuan, pasti ada tindakan yang lebih serius. Ini salah satu faktor penghambat percepatan penambahan sambungan langganan," katanya.

Perusahaan saat ini memiliki jumlah pelanggan 300.000 SL atau terbesar se-Jawa Barat namun terdapat pengurangan sebanyak 37.000 pelanggan setelah layanan Cabang Pondok Ungu dan Poncol dialihkan ke Kota Bekasi berdasarkan hasil pemisahan aset.

Pihaknya terus berupaya menambah jumlah pelanggan baru dengan memanfaatkan peningkatan jumlah penduduk khususnya di kawasan kompleks permukiman baru, termasuk melalui skema kerja sama dengan pengelola kawasan industri yang menyasar pelanggan sektor perusahaan.

"Kebutuhan pelanggan baru semakin mendesak usai serah terima aset yang otomatis mengalihkan pelanggan. Perusahaan sedikitnya membutuhkan tambahan 40.000 SL untuk menyeimbangkan kembali struktur biaya operasional," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026