Karawang (ANTARA) - PT Pupuk Kujang, anak perusahaan Pupuk Indonesia (Persero) melakukan penanganan sampah plastik melalui daur ulang yang diubah menjadi bahan bakar alternatif.
VP Departemen K3LH Pupuk Kujang, Kasmadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu mengatakan sebelum diubah menjadi bahan bakar cair, seluruh sampah plastik yang ditemukan di kawasan Pupuk Kujang seperti kresek, botol minuman kemasan, hingga berbagai sampah plastik lainnya dikumpulkan terlebih dahulu untuk dipilah.
Selanjutnya sampah-sampah plastik yang telah dipilah akan diolah sedemikian rupa hingga berubah bentuk menjadi bahan bakar alternatif. Pengolahannya menggunakan alat khusus.
"Dalam menjalankan program ini, kita bekerja sama dengan Get Plastic, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang lingkungan hidup," katanya.
Baca juga: Pupuk Kujang ikut lindungi dan rawat Citarum karena air jadi bahan baku produksi
Get Plastic menyediakan mesin pirolisis, suatu alat untuk membakar sampah plastik. Namun dengan penyesuaian tertentu, sebuah sistem penyulingan ditancapkan di alat tersebut. Sehingga asap hasil pembakaran plastik langsung disuling menjadi cairan. Cairan itu yang kemudian bisa menjadi bahan bakar minyak.
Kasmadi menyampaikan, dengan program tersebut, masalah sampah plastik diharap bisa ditanggulangi. Selain itu, bahan bakar minyak dari sampah plastik tersebut, bisa menjadi alternatif, karena ada opsi untuk digunakan di bagian transportasi perusahaan.
Dengan begitu, selain bisa mencegah penumpukan sampah di lingkungan perusahaan, program pengolahan sampah plastik tersebut juga bisa membuat biaya BBM transportasi lebih efisien. Itu keuntungannya.
Ia mengaku optimistis bahan bakar yang dihasilkan bisa menjadi alternatif, karena bahan bakar minyak dari sampah plastik yang diolah setara dengan bensin non subsidi yang dijual di Indonesia.
Baca juga: Zulkifli Hasan dorong revitalisasi pabrik Pupuk Kujang
Ine Febriyanti, Divisi Program Get Plastic mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan laboratorium Pertamina (Persero), BBM yang dihasilkan memiliki kadar research octan number hingga 92,3.
Minyak yang dihasilkan dari daur ulang sampah plastik itu juga telah diuji di laboratorium Sucofindo dan LEMIGAS, hingga dicek oleh Kelompok Teknologi Separasi, Katalis, dan Permodelan.
"Minyak yang dihasilkan dari sampah plastik ini sangat aman digunakan kendaraan bermotor," kata Ine.
Di tahap awal ini, satu unit mesin pirolisis telah siaga untuk digunakan di perumahan Pupuk Kujang. Dengan alat tersebut, sebanyak 5 kilogram sampah plastik bisa menghasilkan 5 liter bahan bakar.
Selain menghasilkan BBM alternatif, alat tersebut juga bisa mengubah plastik menjadi briket atau bahan bakar padat. Sebab, ketika sampah plastik dipanaskan dalam kondisi tanpa oksigen atau dengan oksigen sangat terbatas, proses itu bisa memecah plastik menjadi tiga bentuk, yakni cairan, gas, dan padat.
"Bentuk yang cair diolah menjadi BBM, yang padat menjadi briket," kata Ine.
