Banda Aceh (ANTARA) - Prajurit Kodim 0108/Agara Kodam Iskandar Muda berjalan kaki sekitar dua jam untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir dan longsor di Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.
"Mereka menembus medan berat untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Aksi kemanusiaan ini sebagai bukti nyata komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat di saat sulit," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda Kolonel Inf T Mustafa Kamal di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan penyaluran tersebut dilakukan karena Desa Rumah Bundar dan sejumlah dusun di sekitarnya terisolir setelah jalan terputus akibat banjir dan longsor.
Baca juga: TNI AU siagakan dua helikopter untuk percepat distribusi bantuan di Aceh Tengah
Ia mengatakan akses kendaraan tidak memungkinkan hingga lokasi warga tinggal, membuat distribusi logistik menjadi tantangan besar.
Menurut dia, untuk mencapai desa tersebut, para babinsa harus berjalan kaki menempuh tanjakan dan lereng gunung dari lokasi terakhir yang bisa dilalui kendaraan.
Mereka membawa berbagai kebutuhan pokok dan logistik penting, yaitu satu ton beras, 25 dus mi instan, 15 papan telur, lima dus susu, dua dus sarden, sepuluh koli pakaian, dan sejumlah barang kebutuhan sehari-hari lainnya.
Sebanyak 90 personel TNI dari Kodim 0108/Agara dikerahkan untuk pelaksanaan misi kemanusiaan ini, dipimpin langsung oleh dandim setempat dan mendapat dukungan sekitar 30 warga lokal.
Mereka menjalani perjalanan kurang lebih dua jam berjalan kaki dari Desa Simpur menuju Desa Rumah Bundar melewati medan yang sulit dan licin, dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Baca juga: HK buka fungsional Tol Sibanceh Seksi 1 permudah dan percepat penyaluran bantuan
Kehadiran mereka di lokasi menjadi harapan bagi warga terdampak. Bantuan logistik tersebut tidak sekadar memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga memberi semangat dan rasa aman masyarakat yang berjuang bangkit dari bencana.
Ia menyebut bagi banyak warga, kehadiran babinsa bukti nyata bahwa mereka tidak sendiri menghadapi dampak bencana karena ada tangan-tangan yang sigap hadir membantu dalam kondisi paling sulit.
Kepedulian dan kesungguhan para prajurit, katanya, menjadi manifestasi semangat pengabdian TNI untuk Rakyat.
Ia menjelaskan para prajurit TNI tak surut walau medan berat, penuh tanjakan dan lereng, serta jarak jauh.
Mereka, katanya, rela memikul bantuan dan berjalan kaki demi memastikan bantuan sampai ke tangan warga terdampak.
"Ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan kemanusiaan," katanya.
Baca juga: Presiden kembali ke Aceh pastikan distribusi bantuan dan penanganan bencana
Kodam Iskandar Muda memastikan bahwa bantuan dan dukungan akan terus digalakkan selama dibutuhkan.
"Semua unit baik Komando Distrik Militer, babinsa, maupun seluruh prajurit siap berada di garis depan membantu masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Aceh, terutama di daerah terpencil dan terisolir," katanya.
Pihaknya berharap, upaya tersebut meringankan beban warga, sekaligus menjadi teladan kepedulian dan solidaritas saat masa darurat bencana.
