Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Dosen Universitas Jember, Jawa Timur Dessy Rachmawati memaparkan inovasi produk kesehatan dari kopi robusta Pandalungan yang disampaikan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-61 bertempat di Gedung Auditorium kampus setempat, Senin (10/11).
Orasi ilmiah berjudul "Dari Biji Kopi Robusta Menuju Kemandirian Produk Kesehatan: Sinergi Inovasi, Riset, dan Dampak Nyata dari Tanah Pandalungan" memaparkan tentang potensi besar kopi robusta untuk dijadikan produk kesehatan.
"Komoditas unggulan wilayah Pandalungan itu untuk dikembangkan menjadi bahan dasar produk kesehatan bernilai tambah tinggi dan biji kopi mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk pengembangan produk kesehatan gigi dan mulut," tuturnya.
Menurut dia riset itu dilatarbelakangi oleh fakta bahwa masalah gigi dan mulut masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Terlebih lagi, lebih dari 80 persen produk perawatan mulut di pasaran nasional masih bergantung pada bahan kimia impor.
Ia menjelaskan potensi ekstrak biji kopi robusta untuk kesehatan rongga mulut itu sudah diuji secara In Vitro dan In Vivo, sehingga penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Gigi menemukan bahwa ekstrak biji kopi robusta memiliki kadar total polifenol tertinggi serta kapasitas antioksidan paling kuat.
