Washington (ANTARA) - Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, pada Rabu (29/10) menyampaikan kekecewaan dan rasa frustrasi atas pelanggaran gencatan senjata di Gaza.
Al-Thani juga mengungkapkan bahwa Qatar segera melakukan koordinasi penuh dengan Amerika Serikat untuk menangani situasi tersebut.
Selama proses gencatan senjata berlangsung, Qatar telah menyaksikan banyak pelanggaran, meski sebagian besar tidak dilaporkan karena dianggap tidak signifikan.
“Namun, pelanggaran kemarin, sejujurnya, sangat mengecewakan dan membuat frustrasi bagi kami. Kami berusaha untuk menahannya, dan kami segera memobilisasi koordinasi penuh dengan AS setelah kejadian ini," ujarnya.
Al-Thani mengatakan insiden pada Selasa (28/10) adalah pelanggaran dari pihak Palestina, meski Hamas menyangkal melakukan serangan yang menyebabkan seorang tentara Israel tewas di kota Rafah, Gaza selatan.
Data kementerian menunjukkan sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober, sedikitnya 211 orang tewas dan 597 lainnya luka-luka akibat serangan zionis biadab Israel.
Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Hamas bantah serang pasukan Israel
Baca juga: Uni Eropa serukan semua pihak patuhi gencatan senjata Gaza
Baca juga: Turki: Caplok Tepi Barat dan serang Gaza bukti Israel tidak ingin berdamai
Baca juga: AS tekan Israel agar tak langgar gencatan senjata
