Serang (ANTARA) - Sejumlah wali murid Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Izzah Kota Serang, Banten, keberatan dengan program Makanan Bergizi Gratis serta lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di lingkungan sekolah tersebut.
Perwakilan Wali Murid SDIT Al Izzah Kota Serang, Baim Aji, di Serang, Senin, menegaskan bahwa para wali murid keberatan jika MBG itu tetap dibagikan kepada siswa SDIT Al Izzah.
Menurutnya, masih banyak anak sekolah lain di Kota Serang yang lebih membutuhkan program tersebut dibandingkan siswa SDIT Al Izzah yang orang tuanya sudah mampu membiayai kebutuhan pendidikan.
"Kami sudah membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan biaya masuk yang cukup besar, sampai belasan juta. Kalau sudah mampu membiayai itu, kenapa harus ada MBG masuk ke dalam sekolah," katanya usai audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Selain itu, mereka juga menolak keberadaan dapur dan distribusi MBG di dalam area yayasan tersebut karena dinilai terlalu beresiko akibat aktivitas kendaraan yang keluar masuk ke lingkungan sekolah.
"Kalau terjadi sesuatu, siapa yang bertanggung jawab. Selain itu, ada juga potensi masalah sampah dan keamanan," ujarnya.
Hasil dari audiensi tersebut, kata Baim, akan dimusyawarahkan kembali secara internal, namun ia menegaskan posisi wali murid tetap pada pendiriannya.
Baca juga: BGN nonaktifkan sementara 56 SPPG imbas kasus keracunan MBG yang berulang
Baca juga: MBG SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung dihentikan
