Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur memperkuat program pengelolaan sampah berkelanjutan guna menekan timbunan harian sekitar 550 ton melalui edukasi pengurangan plastik sekali pakai serta pembangunan fasilitas pengolahan di sejumlah wilayah.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan dalam pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan fasilitas seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) maupun Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) tetapi juga kesadaran bersama dalam meminimalisasi sampah dari sumbernya.

“Jumlah sampah yang cukup besar tidak hanya bisa diatasi dengan memaksimalkan pengelolaan, melainkan juga perlu edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi plastik sekali pakai,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat melepas aksi bersih sampah memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025 di Lamongan,  Jumat.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Lamongan baru memiliki 21 TPS3R dari total 474 desa dan kelurahan. Sementara kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sampahku Tanggung Jawabku (Samtaku) rata-rata mencapai 60 ton per hari dari total sampah masuk sekitar 40–45 ton.

Untuk memperluas jangkauan, lanjutnya, Pemkab menyiapkan pembangunan TPST Dadapan yang ditargetkan mampu mengatasi timbunan sampah di wilayah pantura.



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah/Alimun Khakim
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026