Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas cadangan beras pemerintah (CBP) guna memastikan ketersediaan dan ketahanan pangan nasional.

"Hal ini penting karena CBP berfungsi sebagai instrumen strategis dalam menjaga stabilitas harga, pasokan, dan akses pangan masyarakat," kata Arief saat meninjau Gudang Perum Bulog Gampong Siron, Aceh Besar, Aceh, sebagaimana keterangan di Jakarta, Jumat.

Menurutnya pengelolaan CBP yang dijalankan Perum Bulog merupakan bagian dari mandat Badan Pangan Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Dikatakan, regulasi itu secara tegas menempatkan CBP sebagai instrumen intervensi stabilisasi pangan yang harus selalu siap digunakan ketika dibutuhkan.

“CBP harus dikelola secara hati-hati, bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas. Karena dalam setiap penugasan, baik untuk intervensi pasar, bantuan pangan, maupun penanganan bencana, beras yang disalurkan harus layak konsumsi dan memenuhi standar mutu,” ujar Arief.

Ia menambahkan, keberadaan Perpres 125/2022 memberikan landasan hukum yang jelas bagi sinergi antara Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog.

Dengan aturan itu, CBP bukan sekadar instrumen menumpuk stok beras, tetapi diarahkan pula sebagai instrumen kebijakan yang berfungsi langsung untuk menstabilkan pangan, menjaga daya beli masyarakat, dan mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan.

Arief juga menekankan kualitas CBP yang terjaga akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam mengelola cadangan pangan.



Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026