Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 310 petugas gabungan patroli skala besar di Jakarta Selatan (Jaksel) demi mewujudkan deklarasi "Jaga Jakarta" yang menciptakan rasa aman pascademonstrasi beberapa waktu lalu.
"Kami melakukan patroli skala besar yang terdiri dari empat pilar, TNI, Polri, Pemerintah Daerah Jakarta Selatan, dan juga masyarakat," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan, di Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta, Selasa (2/9) malam.
Nicolas mengatakan tujuan adanya patroli skala besar di setiap kecamatan, yakni menghilangkan rasa khawatir dan memulihkan perasaan aman bagi masyarakat.
Diharapkan patroli rutin ini bisa membangun kepercayaan masyarakat untuk percaya dengan keamanan yang diberikan pemerintah.
"Tujuannya kita memulihkan perasaan keamanan itu, sehingga harapannya warga masyarakat itu dapat beraktivitas seperti sediakala," ujarnya.
Personel gabungan terdiri dari Kepolisian, TNI, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Satpol PP, dan warga.
Dia meyakini kegiatan ini akan terus berlanjut sampai keamanan pulih, sehingga masyarakat tak perlu khawatir untuk beraktivitas kembali.
"Kegiatan ini akan terus berlanjut sampai benar-benar rasa keamanan itu sudah pulih dan masyarakat sudah percaya 100 persen bahwa keamanannya sudah dijamin oleh negara," ujarnya lagi.
Wali Kota Jaksel Muhammad Anwar menambahkan, dengan adanya patroli ini mampu menghadirkan peran pemerintah demi menjadikan wilayah aman dan kondusif.
"Kami sebagai negara hadir untuk menyaksikan Jakarta Selatan aman dan kondusif, kemarin kami juga telah deklarasi Jaga Jakarta," kata Anwar.
Anwar menilai patroli ini menjadi salah satu wujud dari deklarasi Jaga Jakarta yang hadir secara nyata menjadi keamanan masyarakat.
Adapun rute patroli pada malam ini meliputi Pangeran Antasari, TB Simatupang, Kementerian Pertanian, Ragunan, Moh. Kahfi, Polsek Jagakarsa, Lenteng Agung, dan Polsek Pasar Minggu.
Lalu, Setiabudi, Polsek Mampang berakhir di Polres Metro Jaksel.
Polda Metro Jaya melaksanakan patroli skala besar untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga di wilayah DKI Jakarta.
"Tujuan kami dalam melaksanakan patroli skala besar ini tidak ada lain dan bukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan daerah," kata Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes I Ketut Gede Wijatmika di Jakarta, Senin.
Dirinya berharap seluruh masyarakat dapat beraktivitas normal seperti sedia kala tidak ada gangguan, halangan, bekerja dengan tenang, dan beraktivitas dengan lancar.
"Saya terima kasih kepada teman-teman kelompok masyarakat untuk menjaga lingkungannya masing-masing," katanya.
Menurut dia, untuk menjaga keamanan tidak hanya menjadi tugas aparat kepolisian atau TNI, tapi merupakan tanggung jawab bersama.
"Mari kita menjaga situasi di Jakarta tetap kondusif," ujar Ketut.
Untuk personel yang diturunkan dalam patroli bervariasi karena ada kalanya patroli skala kecil dan besar. Patroli skala kecil, petugas masuk ke gang-gang sehingga masuk ke segala penjuru.
"Untuk saat ini 350 personel kami libatkan dari beberapa fungsi," kata dia.
Ketut mengatakan patroli ini dilakukan bergantian setiap dua jam sekali dengan rute yang berbeda, sehingga semua wilayah dapat terjangkau.
Polda Metro Jaya menggelar patroli skala besar pada Minggu untuk mengamankan Jakarta di tengah gelombang demonstrasi yang terjadi dalam satu pekan terakhir.
Patroli ini dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Metro Jaya dengan melibatkan 324 personel yang nantinya dibagi ke tiga wilayah sasaran.
“Jadi kegiatan patroli dilaksanakan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, untuk memberikan rasa aman," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi di kawasan Monas, Jakarta, Minggu.
Kepolisian juga berterima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah bersama-sama berkomitmen secara nyata, berpartisipasi aktif untuk mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Semoga kita bisa memberikan keteduhan di tengah-tengah masyarakat,"ucapnya.
Terkait berapa lama patroli tersebut digelar, ia mengatakan hal itu sangat bergantung pada situasi. "Mari kita jaga dan kami ingin semua damai, semua aman," tuturnya.
Tiga wilayah sasaran patroli, yakni kelompok pertama bergerak ke arah Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Untuk kelompok kedua, bergerak ke arah Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan serta kelompok ketiga menyasar Jakarta Selatan hingga Depok.
Ade mengatakan bahwa jajaran Polres dan Polsek di 13 wilayah hukum Polda Metro Jaya juga melaksanakan tugas serupa.
“Besok juga akan dilakukan kegiatan serupa dan kegiatan ini juga melibatkan beberapa pihak, bersama-sama bergabung dengan jajaran TNI dan Pemprov DKI," katanya.
Ade mengatakan, pelaksanaan patroli dilaksanakan dengan pendekatan humanis dan persuasif. "Kami juga terus membangun komunikasi bekerjasama secara aktif melakukan imbauan-imbauan persuasif dan selalu di'-support' juga oleh tokoh-tokoh agama tokoh masyarakat, tokoh pemuda. Itu bersama-sama di lapangan,” kata Ade.
Polda Metro Jaya menyatakan siap memberikan keamanan bagi warga melalui patroli gabungan skala besar selama 24 jam di lapangan.
Polda Metro Jaya memastikan polisi hadir 24 jam di lapangan untuk memberikan keamanan bagi warga di wilayah hukum mereka melalui patroli gabungan skala besar.
“Polda Metro Jaya bersama 13 Polres jajaran terus berupaya memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat melalui patroli gabungan skala besar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary di Jakarta, Selasa.
Dia pun meyakinkan masyarakat untuk tidak khawatir karena polisi hadir 24 jam di lapangan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan.
Menurut dia, patroli gabungan skala besar itu sudah rutin digelar dalam beberapa hari terakhir. Patroli tersebut merupakan wujud komitmen Polda Metro Jaya agar polisi selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.
Patroli itu, sambung dia, dilaksanakan dengan pendekatan humanis melalui komunikasi dialog dan imbauan langsung kepada masyarakat.
“Bila masyarakat membutuhkan bantuan, dapat menghubungi layanan darurat 110, gratis dan aktif 24 jam. Nanti akan langsung ditangani oleh Polres terdekat,” ujar Ade.
Dalam upayanya memberikan keamanan bagi warga, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh pemuda, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), serta Pokdar Kamtibmas.
Kerja sama yang telah terjalin itu pun diharapkan terus berlanjut demi menjaga Jakarta dan sekitarnya tetap aman.
Sebelumnya pada Senin (1/9), patroli gabungan skala besar dilakukan pada sore hingga malam hari dengan mengerahkan 200 personel yang fokus di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
“Polres Metro Jakarta Utara masih melaksanakan patroli, dipimpin langsung Kapolres. Di Jakarta Timur dan beberapa polres lain, patroli dilakukan secara bertahap, menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan,” kata Ade.
