Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencatat 87,9 persen atau 108.472 orang sudah memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG) dari target sasaran 120.658 orang.
"Cakupan pemanfaatan CKG itu angka kumulatif sejak pencanangan CKG pada Februari sampai data terakhir pada 6 Agustus 2025," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dr H Lalu Hamzi Fikri di Mataram, Selasa.
Dari hasil evaluasi pelaksanaan CKG secara umum, terjadi tren peningkatan terhadap penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes mencapai sekitar 40-50 persen.
Baca juga: Menkes ajak warga NTB manfaatkan program Cek Kesehatan Gratis
Tren peningkatan tersebut terjadi salah satunya disebabkan gaya hidup dan pola makan masyarakat mulai berubah. Masyarakat sekarang banyak konsumsi makanan manis, asin, sehingga mempengaruhi kadar hipertensi, kolesterol, dan diabetes.
"Selain itu masyarakat kurang bergerak atau olah raga," katanya.
Jika dilihat dalam kurun 10 tahun terakhir, katanya, tren PTM di NTB mencapai di atas 60 persen. Bahkan PTM seperti diabetes kini juga menyerang kalangan anak-anak sehingga banyak anak yang melakukan cuci darah.
Baca juga: CKG di Pekanbaru Riau jangkau 60 persen sekolah
Kondisi itu, lanjutnya, harus menjadi atensi bersama untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terutama anak-anak bagaimana pola hidup dan pola makan sehat sehingga ke depan semakin banyak warga NTB yang sehat.
"Mulai sekarang mari kita peduli dengan kesehatan guna mengantisipasi tren kenaikan PTM," katanya.
Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan melalui gerakan sekolah sehat, sehingga bisa menghidupkan usaha kesehatan sekolah (UKS) di setiap sekolah, serta mampu menciptakan agen perubahan UKS untuk generasi sehat.
Baca juga: 85 ribu warga Tangerang manfaatkan CKG
Karena itu, tambah Fikri saat ditemui di sela pencanangan CKG pelajar di SMPN 15 Mataram, program CKG pelajar yang dicanangkan pemerintah pusat menjadi salah satu bagian upaya pencegahan PTM sejak dini.
Alasannya, ketika anak-anak terindikasi mengidap penyakit PTM, petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan baik ke tingkat puskesmas maupun ke rumah sakit.
"Semoga kegiatan CKG pelajar di Kota Mataram yang dimulai hari ini, mendapatkan dukungan dari orang tua, sekolah, dan siswa," katanya.
