Depok (ANTARA) - Peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) Indah Kurniawaty mengatakan daun Kaliandra merah, yang sering dijumpai di pinggir jalan, berpotensi besar menjadi solusi energi bersih.

"Penelitian ini dilakukan secara intensif di Laboratorium Nano and Interfacial Chemistry (NIC), Departemen Kimia FMIPA UI, dan juga di Laboratorium Pertamina," kata Indah Kurniawaty di Depok, Rabu.

Doktor Ilmu Kimia UI ini lebih lanjut mengatakan dalam penelitiannya mengembangkan aditif berbasis nanopartikel logam.

Aditif ini disintesis menggunakan ekstrak daun Kaliandra merah, yang bahan bakunya didapatkan dari Kebun Biofarmaka IPB, Bogor.

 Baca juga: Doktor FKUI hadirkan inovasi strategis pencegahan kanker payudara

Aditif logam oksida yang dihasilkan kemudian ditambahkan ke dalam campuran bensin dan etanol (PE10).

Ia mengatakan penambahan aditif ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas oksidasi, daya tahan terhadap korosi, dan performa pembakaran bahan bakar ramah lingkungan tersebut.

Indah menjelaskan campuran etanol dan bensin memang lebih ramah lingkungan, namun masih menghadapi kendala seperti lebih mudah teroksidasi dan menyebabkan korosi pada mesin.

"Lewat pendekatan sintesis hijau, kami memanfaatkan kandungan alami daun Kaliandra seperti flavonoid dan alkaloid untuk menciptakan aditif logam seperti MgO, AlO, dan MgAlO." katanya.

Baca juga: Mahasiswa UI hadirkan inovasi serat rami terpintal untuk beton ramah lingkungan


Hasil pengujian menunjukkan bahwa PE10 yang telah diberi aditif logam oksida dari ekstrak daun Kaliandra memiliki kestabilan yang jauh lebih baik dan tidak cepat rusak selama penyimpanan selain juga memberikan perlindungan terhadap karat.

Berkat aditif ini, pembakaran menjadi lebih sempurna, hal ini ditandai dengan peningkatan emisi karbon dioksida (CO) serta penurunan emisi polutan nitrogen dioksida (NO) dan sulfur dioksida (SO).
 

"Saya ingin membuktikan bahwa solusi energi masa depan bisa berasal dari tanaman lokal. Tidak harus mahal atau berdampak buruk pada lingkungan,” ujar Indah.

Baca juga: UI hadirkan inovasi teknologi kesehatan respon tantangan layanan kesehatan masa kini

Indah Kurniawaty resmi meraih gelar Doktor Ilmu Kimia pada hari Rabu, 23 Juli 2025 dengan predikat sangat memuaskan dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96.

Dalam disertasinya yang berjudul "Peningkatan Kinerja Bahan Bakar Campuran Bensin-Etanol Menggunakan Aditif MgAlO yang Disintesis Melalui Metode Sintesis Hijau dari Ekstrak Daun Calliandra Calothyrsus".



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026