Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menyebut bahwa merokok menduduki tiga besar faktor risiko yang menyebabkan penyakit di Indonesia maupun di dunia.
"Tekanan darah tinggi, merokok dan gula darah tinggi menduduki tiga teratas faktor risiko yang menyebabkan beban penyakit di Indonesia maupun di dunia," kata Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau dan Penyakit Paru Direktorat Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Benget Saragih di Jakarta, Rabu.
Hal itu dikatakannya dalam acara workshop media bertajuk Advokasi Tobacco Tax dan Tobacco Control.
Benget Saragih menyampaikan perokok aktif rentan mengalami sejumlah penyakit, di antaranya stroke iskemik, penyakit cardiovaskular, penyakit jantung, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), hingga kanker paru.
"Risiko kanker paru 8,9 kali lebih tinggi pada perokok dibandingkan yang tidak merokok. 84,6 persen kasus kanker paru pada laki-laki disebabkan perilaku merokok," katanya.
Baca juga: Larangan merokok di tempat hiburan malam masuk Raperda KTR DKI Jakarta
Baca juga: CISDI harap media di tanah air tekankan aspek kesehatan saat beritakan cukai rokok
Baca juga: Dokter jelaskan efek pengurangan air liur kering karena merokok
Pewarta: Anita Permata DewiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026