Karawang (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyampaikan agar petugas pemeriksa hewan kurban Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang KH Tajudin Nur, di Karawang, Sabtu mengatakan menjelang Hari Raya Idul Adha, sudah cukup banyak lapak penjualan hewan kurban di wilayah Karawang, baik sapi, domba dan kambing.
Seiring dengan hal tersebut, maka petugas pemeriksa hewan kurban dari dinas terkait harus proaktif melakukan pemeriksaan, yakni dengan mendatangi lapak-lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di wilayah Karawang.
"Hewan kurban itu haruslah hewan yang terbaik. Jangan sampai hewan kurban yang cacat atau sakit. Sebab di antara syarat hewan kurban itu adalah hewan yang sehat," katanya.
Baca juga: Pemkab Bogor kerahkan 224 petugas pastikan kesehatan hewan kurban
Baca juga: Pemkab Karawang turunkan ratusan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban
Disebutkan, hewan yang buta, pincang, tanduknya rusak, atau terkena penyakit mulut dan kuku tidak layak untuk dijadikan hewan kurban.
Jadi supaya hewan yang dikurbankan nanti kondisinya sehat, maka harus dipastikan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hal tersebut bisa dilakukan oleh petugas dari dinas terkait.
"Petugas pemeriksa hewan kurban dari dinas terkait harus menyisir ke titik-titik penjualan hewan kurban, jangan sampai ada yang terlewat dalam pemeriksaan hewan kurban, termasuk mengecek usia hewan kurban yang dijual," kata dia.
Kiai Tajudin juga mengingatkan agar masyarakat bisa lebih teliti saat memilih hewan kurban kurban.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang sejak Selasa (27/5) telah menurunkan ratusan petugas pemeriksa hewan kurban untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025.
Baca juga: Pemkot Pekalongan intensifkan periksa kesehatan hewan kurban upaya cegah PMK
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang Rohman, mengatakan petugas yang diturunkan terdiri atas dokter hewan, paramedis, dan petugas teknis.
Untuk jumlah petugas yang diterjunkan dalam kegiatan pemeriksaan hewan kurban ini mencapai ratusan, antara lain petugas dari Bidang Peternakan, rumah potong hewan, dan puskeswan sebanyak 25 orang dan 300 orang petugas penyuluh lapangan.
Tim pemeriksa hewan kurban turun ke lapak-lapak penjualan hewan kurban hingga ke masjid dan mushola di wilayah Karawang untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem.
"Pemeriksaan hewan kurban berlangsung mulai H-10 Idul Adha atau 26 Mei 2025 hingga H+3 Idul Adha," katanya.
