Depok-Deklarasikan-Pendidikan-Inklusi
Depok, 19/12 (ANTARA) - Pemerintah Kota Depok mendeklarasikan sebagai diri sebagai kota yang peduli terhadap pendidikan inklusi, yakni sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa.

"Pendidikan inklusi di Depok bukanlah hal baru. Pasalnya, di tiap kecamatan sudah ada sekolah yang menyelenggarakan program pendidikan inklusi kendati jumlahnya masih terbatas," kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail usai acara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 67 di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Rabu.

Menurut dia dengan pencanangan ini maka Depok benar-benar menjadi kota layak anak. Dalam waktu dekat Depok segera mengeluarkan peraturan wali kota atau perda yang mendorong pelaksanaan pendidikan inklusi.

Ia mengatakan sebanyak 7.700 guru di Depok mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi. Saat ini pendidikan inklusi sudah menjadi isu nasional yang mendapatkan dukungan penuh dari banyak kepala daerah.

Deklarasi pembudayaan pendidikan inklusi dilaksanakan di sejumlah kota yaitu Rembang, Kuningan, Pidie dan Banjarmasin.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan Jawa Barat penghargaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2011 sebagai provinsi pertama penyelenggara pendidikan inklusi.

Menurut dia Pemprov telah mengalokasikan anggaran khusus untuk memberikan tunjangan tambahan kepada guru sekolah luar biasa (SLB). Bahkan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi dan pembimbing khusus juga mendapat bantuan dari Pemprov.

Ia mengatakan penyandang cacat di Jabar saat ini mencapai 1 persen dari total penduduk sebesar 44 juta. Artinya ada 440.000 penyandang cacat di Jabar.

"Untuk itu mereka perlu mendapatkan pendidikan yang sama. Saya bertekad tahun 2013 menjadi tahun inklusi bagi Provinsi Jawa Barat," katanya.


Feru L


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026