Bandarlampung (ANTARA) - Kepolisian Daerah Lampung terus pantau perkembangan terkini terkait konflik internal di Universitas Malahayati (Unmal) yang hingga kini belum menemui titik terang.
"Hingga saat ini, jajaran Polresta Bandarlampung masih berada di lokasi Universitas Malahayati untuk memonitor perkembangan situasi dan memastikan kondisi tetap kondusif," kata Kabid Humas Polda Lampung Yuni Iswandari Yuyun dalam keterangannya di Bandarlampung, Minggu.
Aparat kepolisian dikerahkan ke Universitas Malahayati setelah pada dini hari terdapat 200 orang dari Yayasan Teknologi Bandarlampung datang dengan menggunakan tiga unit bus ke lokasi.
"Namun mereka dihadang oleh mantan satpam dan kelompok Ambon dari pihak Muhammad Khadafi (Rektor Universitas Malahayati) yang telah bersiap menyambut kedatangan 200 orang tersebut," katanya.
Oleh karena itu, guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini Polresta Bandarlampung langsung turun untuk mencegah eskalasi konflik di lokasi.
"Kami berupaya mengedepankan dialog dan menghindari bentrokan fisik. Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini. Jika ada pelanggaran hukum, tentu akan ditindak sesuai aturan,” kata dia.
Konflik Internal Universitas Malahayati Bandarlampung bermula dari pemilihan Rektor yang direbutkan antara anak dan ayah.
Baca juga: Polda Lampung buka layanan pengaduan 24 jam
Pewarta: Dian HadiyatnaEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026