komunitas-pecinta-kereta-api-prihatin-kereta-anjlokBogor, 4/10 (ANTARA) - Sejumlah anggota komunitas dan forum pencinta kereta api prihatin dengan insiden anjloknya "commuter line" di Stasiun Cilebut dan menilai hal tersebut sebagai jawaban kekecewaan atas kebijakan kenaikan tarif.
"Ini bagian dari dikabulkannya doa penumpang yang teraniaya karena kebijakan kenaikan tarif tapi tidak sesuai dengan pelayanannya," kata Andi anggota Forum Semboyan35 dari Bogor saat ditemui di Stasiun Cilebut, Kamis.
Sejumlah anggota pencinta kereta api mendatangi Stasiun Cilebut sebagai bentuk solidaritas atas peristiwa anjloknya commuter line nomor tipe 05-007 F. Sambil mendokumentasikan peristiwa untuk bahan informasi ke seluruh anggota forum.
Sekelompok anak muda ini membentuk forum Semboyan35 sebagai wadah diskusi tentang perkeretaapian di Indonesia.
Menurut Andi, kejadian anjlonya kereta terjadi setelah tiga hari pemberlakukan kenaikan tarif membuktikan minimnya pelayanan kereta api.
"Bukannya kita sombong, kami orang yang sering dilintasan tahu persis kondisi di lapangan. Kondisi rel kereta seperti ini, belum layaklah menaikkan tarif dengan alasan pelayanan," katanya.
Andi mengatakan, harusnya PT KAI mengutamakan perbaikan pelayanan baru menaikkan tarif.
Kenaikan tarif, lanjut Andi, sudah dua kali dilakukan PT KAI, sebelumnya dari Rp5.500 menjadi Rp7.000 dan kini naik menjadi Rp9.000.
Kenaikan tarif diberlakukan dengan alasan peningkatan layanan penambahan peron.
"Sudah dua kali kenaikan tarif alasan untuk pelayanan. Padahal kondisi kereta seperti ini-ini saja," katanya.
Menurut Andi, kereta nomor 845 dengan nomor tipe 05-007 F juga pernah mengalami gangguan pantograf patah beberapa bulan lalu.
Kereta 05-007 merupakan milik PT KAI yang dikelola oleh KCJ. Dibeli dari Jepang, merupakan produksi tahun 1988-1992 dengan usai layak pakai 10 tahun penggunakan.
Hal senada juga disampaikan Dimas (25) anggota Forum Semboyan35 dari Depok. Menurut dia, kondisi kereta yang selalu terlambat, pendingin udara mati dan seringnya terjadi ganggua adalah kondisi nyata perkereta apian di Indonesia.
"Harusnya PT KAI benahi dulu kondisi pelayanan baru menaikkan tarif. Jangan tarif duluan yang di naikkan dengan alasan pelayanan," katanya.
Sementara itu, Amri, satu anggota Gerakan Muda Penggemar Kereta Api (GM-MarKA) mengatakan, PT KAI dapat belajar dari peristiwa ini untuk tidak mengejar untung dalam bisnis kereta api.
"Memang bisnis kereta api ini tidak ada yang untung. Tapi, jika pelayanan kereta ini bagus maka akan menjadi andalan masyarakat," katanya.
Ia mengaku keberatan dengan kenaikan tarif meski hanya Rp2.000. Bagi seorang mahasiswa yang hampir setiap hari menggunakan kereta, kenaikan harga membebani dirinya.
"Kenaikan tarif perlu ditinjau ulang, dilihat dengan dampaknya. Karena kenaikan tarif bergantung pada kenyamanan, ketetapan waktu, dan fasilitas layanan bagi penumpang," katanya.
Peristiwa anjloknya kereta api listrik commuter line terjadi Kamis pagi sekitar pukul 06.15 WIB. Kereta yang bergerak dari arah Bogor menuju Jakarta tiba-tiba terperosok dan anjlok di Stasiun Cilebut. Diduga penyebab anjloknya karena ada rel yang gompal sepanjang kurang lebih 20 centimeter.
Laily R
: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.