Forum komunitas bersih dan hijau ini bertujuan untuk mewujudkan Kota Bogor bersih dan hijau serta layak huni.Bogor (Antara Megapolitan) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, melalui Dinas Lingkungan Hidup membentuk Forum Komunitas Bersih dan Hijau dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan menciptakan kawasan bersih dari sampah.
"Forum komunitas bersih dan hijau ini bertujuan untuk mewujudkan Kota Bogor bersih dan hijau serta layak huni," kata Dian Herdiawan, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan, Konservasi dan Perubahan Iklim, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Minggu.
Ia menjelaskan, forum komunitas tersebut beranggotakan masyarakat yang peduli lingkungan, dari kalangan perguruan tinggi, unsur pemerintah dan Tim Penggerak PKK serta sejumlah LPM di beberapa kelurahan.
"Forum ini diikuti siapa saja yang mau dan peduli terhadap lingkungan," katanya.
Forum tersebut aktif pada kegiatan `go celan` dan TPS 3R. Go green yang dimaksud dengan `replant` atau konservasi dan delapat atribut hijau. Salah satu misinya menyebarkan virus PANDI yakni pilah sampah, ambil sampah, nabung, daur ulang sampah, agar indah lingkungan.
"Kita menyadari salah satu sumber pencemaran lingkungan terbesar adalah sampah. Selain membersihkan lingkungan, fokus kegiatan forum juga melakukan penanaman pohon. Pohon dapat menyerap pencemaran di air, udara dan lahan," katanya.
Menurut Dian, forum tersebut juga dibentuk sebagai media komunitasi bagi komunitas yang mengelola sampah sambil menanam pohon dengan virus PANDAI.
"Program yang akan dijalankan yakni 4R yakni reduse, reuse, recycle, dan replant untuk Bogor bersih dan hijau. With 4R for good clean and green Bogor city," katanya.
Dian menambahkan, kehadiran forum komunitas bersih dan hijau mendorong percepatan perubahan perilaku masyarakat, karena dapat dilakukan dengan percontohan.
"Diharapkan adanya percontohan program kampung iklim di setiap kelurahan dengan masyarakat yang mau mengelola sampah sambil menanam pohon dengan virus PANDAI," katanya.
Program Bogor bersih dan hijau sangat diperlukan, mengingat produksi sampah setiap hari Kota Bogor mencapai 550 ton. Dari jumlah tersebut baru 65 persen yang terangkut ke TPA Galuga, sisanya diolah di masyarakat baik melalui bank sampah dan TPS 3R.
"Untuk mengurangi tumpukan sampah, gerakan peduli lingkungan di masyarakat perlu terus digalakkan," katanya.
Pewarta: Laily Rahmawati: Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.