90-persen-kendaraan-wisata-melintas-di-puncak
Bogor, 26/8 (ANTARA) - Tercatat setiap hari selama libur lebaran Idul Fitri 1433 H, sekitar 26.000 kendaraan roda empat dan 27.000 roda dua melintas di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Sekitar 90 persen dari kendaraan yang melintas kawasan Puncak pada musim libur tujuannya adalah untuk wisata, sisanya antar wilayah," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, AKP Edwin Affandi, Minggu.

Edwin mengatakan, pihaknya telah melakukan survei terkait dengan fungsi kawasan Puncak yang hampir pada setiap akhir pekan dan libur nasional macet.

Dijelaskannya, dari hasil survei yang dilakukannya arus lalu lintas di Puncak lebih didominasi oleh kunjungan wisata. Sementara tujuan untuk sebagai perlintasan antarwilayah hanya 10 persen.

"Ini dikarenakan di kawasan Puncak terdapat banyak objek wisata yang diminati masyarakat Jabodetabek," ujarnya.

Ia mengatakan, kemacetan di kawasan Puncak selain disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yang tidak sesuai dengan ruas jalan yang tersedia.

Selain itu, sumber-sumber kemacetan seperti Pasar Cisarua dan area parkir Taman Wisata Matahari menambah penyebab terjadi kepadatan.

"Sarana dan prasarana jalan tidak bertambah sementara volume lalu lintas yang akan melintas terus bertambah," katanya.

Ia mengatakan, kepadatan akan terus terjadi bila pemerintah tidak segera mencari solusi untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak. Karena, rata-rata setiap libur akhir pekan puluhan ribu kendaraan bergerak di kawasan Puncak.

Menurut dia, perlu dibangun jalan layang di jalur Puncak khususnya dekat Pasar Cisarua. "Karena untuk pelebaran jalan di kawasan ini sudah tidak mungkin lagi. Jadi perlu alternatif jalan layang untuk menampung semua kendaraan," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari hasil survei diketahui bahwa kendaraan yang melintas di Puncak didominasi wisata, maka pemerintah harus membuat fomula tersendiri untuk memisahkan pengunjung wisata dengan pengendara antarwilayah.

"Untuk jangka panjang bisa dilakukan pelebaran jalan dengan pengerasan bahu jalan dan juga dengan membuat jalur Puncak II," katanya.

Laily R


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026