pedagang-baso-ikan-simpang-gadog-raup-untung-
Bogor, 22/8 (ANTARA) - Kemacetan yang terjadi di Jalur Puncak selama libur lebaran memberikan keuntungan bagi pedagang asongan dan baso ikan keliling.

Kardi (45) pedagang baso ikan keliling yang mangkal di SPBU 34-16711 Jalan Raya Puncak-Ciawi meraup untung dari ramainya pengendara yang melintas di jalur tersebut.

"Ya Alhamdulillah aja neng, ada aja yang beli," katanya saat ditemui, Rabu.

Kardi menyatakan ia mulai berjualan di dekat SPBU Jalan Raya Puncak-Ciawi sejak Selasa (21/8).

Selama dua hari ia membawa 600 biji baso ikan. Biasanya ia hanya menjual 200 sampai 300 biji.

"Alhamdulillah, kemarin habis 600 biji. Jualan dari jam 08.00 sampai jam 17.00 WIB," katanya.

Satu biji baso ikan milik Kardi dijual Rp1.000, baso tersebut direbus di dalam wajan berisi kuah kaldu. Baso ikannya bisa dicicipi dengan sambal, kecap dan saos atau hanya baso saja.

Baso tersebut disajikan dengan cara dipotong-potong dan ditaruh di dalam plastik. Pembeli dibekali tusuk lidi untuk mencocol baso tersebut.

Kardi mengaku, sebelumnya ia berjualan keliling di sekitar Jalan Raya Puncak. Ia memilih berjualan di dekat SPBU karena banyak pengendara sepeda motor yang berhenti untuk istirahat.

Selain Kardi, pedagang baso ikan lain, Hendra, warga Sukabumi juga mengaku mendapatkan untung lebih selama musim libur lebaran.

Berebeda dengan Kardi, Hendra menjual baso ikannya Rp3.000 untuk dua biji baso.

"Ukuran basonya lebih gede dari yang biasa," kata dia.

Hendra mengatakan hasil penjualan baso ikan disetor kepada pemilik gerobak baso ikan yakni sebesar Rp60.000 untuk 100 biji baso. Sementara itu, untuk Hendra ia mendapat Rp400 dari satu biji baso yang dijualnya.

Selain pedagang baso ikan keliling, pedagang asongan juga panen rezeki dari macetnya arus lalulintas di Puncak.

Mulya, pedagang asongan yang berjualan rokok dan minuman ringan, mengaku selama libur lebaran ia bisa mengantongi uang Rp300.000 dari hasil jualan rokok dan minuman.

"Setiap liburan aja, apalagi libur lebaran banyak yang lewat Puncak. Ada yang liburan ada juga yang pulang mudik. Jadi ramai pembeli, sehari bisa bawa pulang Rp300.000," katanya.  
Sementara itu, pada pukul 13.30 WIB, kepadatan arus di Jalur Puncak dan Ciawi masih terjadi. Sejumlah kendaraan tertahan di simpang Gadog dan Ciawi.

Menurut Hendra, pada pagi hari arus kendaraan tidak terlalu padat. Kemacetan mulai terjadi menjelang siang.

"Kalau pagi belum macet, masih lancar, siang hari mulai macet," katanya.

 
Laily R
 


: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026