polresta-bogor-optimalkan-layanan-arus-lalu-lintasBogor, 17/8 (ANTARA) - Kepolisian Resor Bogor Kota berikan pelayanan optimal dalam mengurai kemacetan arus lalu lintas yang terjadi di hampir seluruh ruas jalan Kota Bogor selama menjelang lebaran.
"Kita memiliki tim pengurai arus, tim saya amandatkan untuk bertugas mengurai kemacetan dalam waktu satu jam 30 menit titik kepadatan sudah terurai," kata Kepala Polisi Resor Bogor Kota, AKBP Hilman, Jumat.
Kapolres mengatakan, ada 20 personel tim pemecah arus yang dikerahkan selama operasi Pos PAM Ketupat Lodaya berlangsung.
Tim dibekali sepeda motor yang akan bergerak setiap saat di titik-titik rawan kemacetan.
"Hampir seluruh wilayah Kota Bogor mulai padat. Tapi ada lima titik kepadatan yang menjadi prioritas petugas yakni Jalan Baru (Jl Sholeh Iskandar), Jalan Pajajaran mulai dari Tajur hingga Warung Jambu, Jalan Gunung Batu, Pasar Anyar, Jalan Oto Iskandar Dinata dan Empang," kata Kapolres.
Kapolres menyatakan, penempatan petugas pengatur arus juga difokuskan di pasar-pasar, pusat perbelanjaan dan objek wisata.
Menurut Kapolres, jelang lebaran arus lalu lintas di Kota Bogor semakin padat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan untuk berlebaran.
Hampir setiap ruas jalan di Kota Bogor mengalami kepadatan, dimana lokasi kepadatan bersinggungan langsung dengan pusat-pusat perbelanjaan.
"Periode waktu kepadatan terlihat dari jam 12.00 hingga 14.00 WIB dan dari pukul 16.00 - 18.00 WIB," kata Kapolres.
Kapolres menyebutkan, Kota Bogor bukan menjadi tempat jalur mudik. Tapi Bogor merupakan kota tujuan wisata masyarakat Jabodetek.
Kepadatan di Kota Bogor selain oleh aktivitas masyarakat Kota Bogor sendiri juga karena kunjungan dari masyarakat luar Bogor.
"Bogor dipadati oleh pengunjung baik yang ingin berwisata maupun yang ingin kuliner," kata Kapolres.
Untuk terhindar dari kemacetan, Kapolres mengingatkan masyarakat untuk beraktivitas di luar jam periode kepadatan.
Laily R
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.